Petugas Dinas Kesehatan Kota Solo mengecek kelengkapan mobil ambulans di kompleks Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat (4/7/2014). Pengecekan mobil ambulans yang berjumlah 21 unit tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan pelayanan kesehatan menghadapi pemungutan suara Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) yang dijadwalkan berlangsung, Rabu (9/7/2014). Kesiapsiagaan itu sekaligus dilakukan menjelang datangnya masa arus mudik Lebaran 2014. (Ardiansyah Indra Kumala/JIBI/Solopos) Petugas Dinas Kesehatan Kota Solo mengecek kelengkapan mobil ambulans di kompleks Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat (4/7/2014). Pengecekan mobil ambulans yang berjumlah 21 unit tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan pelayanan kesehatan menghadapi pemungutan suara Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) yang dijadwalkan berlangsung, Rabu (9/7/2014). Kesiapsiagaan itu sekaligus dilakukan menjelang datangnya masa arus mudik Lebaran 2014. (Ardiansyah Indra Kumala/JIBI/Solopos)
Jumat, 8 April 2016 21:40 WIB Indah Septiyaning W/JIBI/Solopos Solo Share :

LAYANAN KESEHATAN SOLO
Wah, DKK Solo Menggagas Pasien Bisa Inden Kamar RS

Layanan kesehatan Solo, tak hanya hotel, warga bisa menginden kamar RS secara online.

Solopos.com, SOLO–Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo menggagas wacana pemesanan kamar rawat inap rumah sakit bagi pasien melalui sistem online. Gagasan tengah dikembangkan DKK melalui jaringan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) berbasis website yang sudah diberlakukan sejak 2015 lalu.

Saat ini, DKK mencatat delapan dari total 15 rumah sakit (RS) belum masuk jaringan SPGDT berbasis website. Kepala DKK Siti Wahyuningsih memberi tenggat kepada delapan rumah sakit hingga akhir April, masuk dalam layanan tersebut. Layanan kesehatan yang bisa diakses melalui http://spgdt.surakarta.go.id/ memaparkan ketersediaan kamar inap, VK, ICU/ICCU, ambulance, ventilator, dokter jaga, dokter spesialis, stok darah PMI Solo, hingga peta rumah sakit. Delapan rumah sakit di antaranya RSUD Solo, RSUD dr Moewardi, RSIA Hermina, RSJD, RS Mata, RSU Slamet Riyadi, RS Triharsi, RS Orthopedi Prof. Dr. R. Soeharso dan RS Puri Waluyo.

“Kami terus mengevaluasi software jaringan SPGDT. Ke depan harus terperinci, misalnya tempat tidur harus detil, kamar laki-laki berapa dan perempuan berapa,” kata Ning sapaan akrabnya ketika dijumpai wartawan di Balai Kota, Jumat (8/4/2016).

Ning berharap program jaringan SPGDT tidak hanya berhenti di sana. Namun terus dikembangkan untuk memberi kemudahan pada masyarakat. Ning menggagas ke depannya layanan kesehatan berbasis website itu bisa dikembangkan. Misalnya masyarakat bisa memesan secara inden seperti website online travel agent. Namun gagasan ini masih akan dibahas lebih lanjut dengan pihak rumah sakit.

“Memang tidak mudah untuk dilaksanakan, karena masing-masing rumah sakit memiliki kebijakan. Makanya harus ada perjanjian tersendiri pasien dengan rumah sakit. Misalnya pesan setengah jam, harus datang sebelum itu. Kalau lebih dari itu, hangus dan digantikan orang lain,” jelasnya.

Ning mengatakan melalui jaringan SPGDT berbasis website atau online, rumah sakit baik negeri maupun swasta di Kota Bengawan bisa terbuka kondisi rumah sakit, terutama ketersediaan kamar. Pihaknya tidak ingin ada pasien yang terpaksa di ping pong sana sini lantaran ketidakterbukaan pihak rumah sakit dalam ketersediaan kamar. Ning mengancam akan mencabut izin penyedia layanan kesehatan yang tidak kooperatif. Pihaknya terus-menerus menegur sejumlah rumah sakit yang tidak terbuka memberikan informasi layanan kesehatan.

“Kami memberi waktu sampai akhir April ini. Kami minta pihak RS kooperatif masuk dalam layanan website itu, tapi sebelum pencabutan izin kami akan lakukan pembinaan lebih dulu,” katanya.

Pihaknya ke depan bakal mengajak semua rumah sakit dan klinik rawat inap di Solo terhubung dalam sistem SPGDT. Seluruh rumah sakit harus terkoneksi, termasuk klinik rawat inap. Ning menilai layanan pengaduan ketersediaan kamar rawat inap RS sangat diperlukan. Selain meluncurkan program berbasis website, DKK juga memiliki Pusat Aduan Layanan Kesehatan (Panda) berbasis pesan singkat atau SMS. Ning mengatakan warga bisa mengirimkan SMS melalui nomor 08112767700. Layanan tersebut dibuka untuk memberi kemudahan bagi masyarakat yang belum bisa memanfaatkan media internet.  “Masyarakat silahkan mengkritik dan memberikan masukan dan tanya apa saja mengenai persoalan layanan kesehatan. Setiap keluhan yang kami terima langsung ditanggapi bidang yang bersangkutan,” katanya.

lowongan pekerjaan
Editor,Setter,Ilustrator, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) “…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Peringkat dan Mutu Perguruan Tinggi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/9/2017). Esai ini karya Johan Bhimo Sukoco, dosen Ilmu Administrasi Negara di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi, Solo. Alamat e-mail penulis adalah johanbhimo@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO — Kementerian Riset Teknologi dan…