TUGU SINGOSAREN SOLO TUGU SINGOSAREN SOLO
Jumat, 8 April 2016 06:30 WIB Indah Septiyaning W/JIBI/Solopos Solo Share :

LALU LINTAS SOLO
Pemkot Sosialisasikan Walking Street Gatsu

Penataan koridor Gatot Subroto, Walking Street Gatsu mulai disosialisasikan

Solopos.com, SOLO–Rencana proyek walking street di koridor Jl. Gatot Subroto (Gatsu) yang dianggarkan Pemprov Jateng senilai Rp15 miliar pada tahun ini segera disosialisasikan Pemkot.

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) akan mengumpulkan seluruh pelaku usaha di sepanjang Jl. Gatot Subroto pekan depan. Kepala DPU Solo Endah Sitaresmi Suryandari mengatakan sosialisasi rencana pelaksanaan proyek penataan koridor Jl. Gatot Subroto akan dibarengkan dengan agenda temu warga setempat.

“Kami jadwalkan sosialisasi dengan para pelaku usaha dan warga pekan depan. Sebelum proyek kita mulai mungkin sekitar Mei nanti,” kata Sita sapaan akrabnya ketika dijumpai wartawan di Balai Kota, Kamis (7/4/2016).

Sita mengatakan sosialisasi selain diikuti warga dan pelaku usaha, juga mengundang pedagang kaki lima (PKL) di kawasan tersebut. Sosialisasi akan dilakukan bersama satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait, seperti Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) yang membawahi para PKL. Keberadaan PKL tersebut diminta segera dipindah ke lokasi lain selama proyek penataan koridor Jl. Gatot Subroto dikerjakan. Sita merinci proyek penataan koridor Jl. Gatot Subroto meliputi pembangunan kawasan pedestrian, street furniture, serta perbaikan drainase.

Selain itu menyiapkan jalur underground cables atau jaringan kabel listrik maupun telepon dengan sistem tanam. Selain mempertimbangkan estetika, sistem jaringan kabel tanam lebih aman. Untuk pemindahan sistem jaringan kabel listrik ini nantinya akan dilakukan langsung oleh PT PLN dan PT Telkom. Sedangkan Pemkot hanya menyiapkan jalur untuk jaringan kabel tersebut. Sejauh ini, DPU terus berkoordinasi dengan instansi terkait sebelum merealisasikan pembangunan penataan koridor Jl. Gatot Subroto.

“Kami menyiapkan rumahnya saja. Tapi kalau pemindahan akan dilakukan PLN dan Telkom karena biayanya cukup besar untuk pemindahan jaringan kabel itu,” kata Sita.

Kepala DPP Solo Subagiyo hingga kini belum memutuskan lokasi yang akan digunakan untuk menampung PKL yang terkena dampak penataan kawasan Jl. Gatot Subroto. Subagiyo masih menyiapkan lahan relokasi untuk menampung para PKL di kawasan itu.

“Kami masih mencari lokasi yang sesuai untuk menampung PKL Jl. Gatot Subroto,” kata Subagiyo.

Subagiyo menuturkan DPP berkoordinasi dengan DPU dan Dinas Tata Ruang Kota (DTRK) terkait penataan. Subagiyo secepatnya menetapkan lokasi untuk PKL seiring rencana proyek yang akan dikerjakan Mei nanti.

Berdasarkan inventarisasi, Subagiyo mengatakan rata-rata pedagang yang menggelar di kawasan Jl, Gatot Subroto berjualan angkringan, makanan ringan dan oleh-oleh khas Solo. Pedagang tersebar di jalur pedestrian Jl. Gatot Subroto maupun kawasan Coyudan.

LOWONGAN PEKERJAAN
SUPERVISOR JAHIT & PENJAHIT HALUS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…