Iustrasi uang Ilustrasi Anggaran (JIBI/Harian Jogja/Reuters)
Jumat, 8 April 2016 16:20 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

KREDIT UMKM
Tak Punya Agunan, Pengusaha Kecil Masih Takut Ajukan Pinjaman

Kredit UMKM mashi mengalami hambatan agunan

Solopos.com, KULONPROGO– Pengusaha Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) masih sulit mengajukan pinjaman guna pengembangan usaha. Seringkali hal tersebut terhambat dengan keharusan menyertakan agunan oleh bank yang bersangkutan.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kulonprogo, Sri Hermintati menyatakan bahwa banyak pengusaha kecil yang masih takut berhubungan langsung dengan bank. Padahal hal tersebut penting untuk pengembangan usaha guna mendapatkan modal usaha tambahan.

“Pengusaha dengan omzet di bawah Rp300 juta masih sulit, khususnya soal agunan,” ujarnya saat ditemui seusai Sosialisasi Penguatan Modal Bagi Koperasi dan UMKM melalui KUR di Gedung Kaca, Wates, pada Kamis (7/4/2016).

Ia memaparkan bahwa meski ada bank yang tidak mensyaratkan agunan sejumlah pinjaman yang diajukan namun tetap saja hal tersebut menyulitkan.

Pasalnya, banyak pelaku usaha yang sama sekali tidak memiliki aset apapun untuk dijadikan agunan. Lebih lanjut, Sri mengharapkan jika pelaku UMKM diberikan kesempatkan untuk mengakses KUR Retail dengan nominal Rp25 juta hingga Rp500 juta.

Selain itu, ia menyebutkan jika dimungkinkan koperasi juga bisa mengajukan pinjaman serupa. Pinjaman inilah yang kemudian bisa disalurkan kepada anggotanya tanpa harus melalui berbagai persyaratan yang diajukan oleh bank.

Pemkab Kulonprogo sendiri berharap koperasi bisa menjadi mendapatkan perhatian untuk mengakses KUR Retail. Koperasi inilah yang kemudian menjadi perpanjangan antara bank dengan pelaku UMKM yang masih enggan berhubungan langsung bank.

Sri menekankan bahwa secara tidak langsung ini juga menghindarkan pelaku UMKM terjerat pinjaman rentenir yang merugikan.

Agung Nugraha, Pemimpin BRI Kantor Cabang Wates menyatakan bahwa sebenarnya fungsi dari agunan sendiri lebih kepada efek secara psikis. Dengan adanya aset yang diagunkan kepada bank maka pihak kreditur akan melakukan pembayaran kredit secara rutin.

Di sisi lain, ia menyebutkan bahwa sebelumnya pihaknya pernah memberikan pinjama tanpa agunan namun berakhir buruk. Sejumlah nasabah yang diberikan pinjaman akhirnya tidak mengembalikan pinjaman yang diberikan.

lowongan pekerjaan
HUMAN RESOURCE DEPARTMENT MANAGER, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) DP Mura…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Gerai Matahari dan Penjualan Kembali ke Fungsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (22/9/2017). Esai ini karya Flo. Kus Sapto W., seorang praktisi pemasaran. Alamat e-mail penulis adalah floptmas@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Berita akan ditutupnya dua gerai Matahari di Pasaraya Manggarai dan Blok M, Jakarta, cukup menarik…