Ketua DPC PDIP Karanganyar, Endang Muryani. (JIBI/Solopos/Dok)
Jumat, 8 April 2016 17:40 WIB Kurniawan/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

KONFLIK PDIP KARANGANYAR
Kader PDIP Jaten Ancam Mundur dari Partai

Konflik PDIP Karanganyar, belum ada kepengurusan di lima PAC PDIP Karanganyar membuat kader mundur.

Solopos.com, KARANGANYAR–Mantan pengurus ranting PDI Perjuangan (PDIP) di Kecamatan Jaten, Karanganyar, mengancam keluar dari partai bila tak kunjung ada kejelasan pengurus pimpinan anak cabang (PAC). Mereka memberikan waktu kepada pengurus DPC PDIP Karanganyar untuk menanyakan nasib lima PAC yang belum mempunyai kepengurusan kepada DPD PDIP Jawa Tengah (Jateng).

Kelima PAC tersebut yaitu Jaten, Matesih, Mojogedang, Ngargoyoso, dan Gondangrejo. Proses musyawarah anak cabang (Musancab) di lima PAC tersebut deadlock, dan tak kunjung rampung.

Tujuh eks pengurus ranting PDIP di Jaten mendatangi Kantor DPC PDIP Karanganyar, guna menyampaikan aspirasi mereka, Kamis (7/4/2016). Mereka diterima pengurus DPC PDIP Karanganyar.

“Mereka minta kejelasan pengurus PAC Jaten. Sampai saat ini belum ada kejelasan pengurus lima PAC,” ujar Ketua DPC PDIP Karanganyar, Endang Muryani ditemui wartawan, Jumat (8/4/2016).

Belum adanya kejelasan pengurus lima PAC telah memicu gejolak di kalangan kader. Selain kader dari Jaten, Endang mengaku kerap mendapat pertanyaan sama dari empat PAC lain.

“Yang datang kemarin sore [Kamis] memang hanya dari Jaten. Tapi sebelum-sebelumnya saya sering dapat pertanyaan yang sama dari kader-kader di lima PAC yang deadlock,” imbuh dia.

Endang mengaku sudah melakukan langkah-langkah normatif dan pendekatan personal kepada pengurus DPD PDIP Jateng. Tapi hasilnya diakui dia masih jauh dari harapan para kader.

Endang menerangkan persoalan belum adanya kepengurusan di lima PAC merupakan kewenangan DPD PDIP Jateng. Mekanisme penyelesaiannya tidak memerlukan musancab ulang.

“Saat Rakorda dua pekan lalu katanya sudah diselesaikan, tapi masih antre. Lantaran adanya desakan dari bawah ini, saya telah ajukan permohonan audiensi kepada pengurus DPD,” tutur dia.

Endang mengakui belum selesainya masalah di lima PAC membuat kinerja partai tidak optimal. Sebab hanya 12 kepengurusan PAC dari total 17 PAC yang bisa dilibatkan dalam kegiatan partai.

Terpisah, salah seorang kader PDIP Karanganyar, Hendardi Heru Santoso, menilai gerakan yang dilakukan kader-kader dari Jaten merupakan bentuk rasa cinta terhadap PDIP.

“Teman-teman merasa geram lantaran DPD tak kunjung menunaikan janji mereka. Saat Rakorda dua bulan lalu, DPD berjanji akan menyelesaikan masalah ini dua pekan,” tutur dia.

Heru meyakini gerakan kader PDIP di lima PAC akan semakin santer bila DPD tak menyelesaikan masalah itu. Polemik berkepanjangan dirasakan sangat merugikan PDIP Karanganyar.

“Teman-teman menilai DPD tak lagi serius mengelola partai. Kalau pengurus DPD peka mestinya sudah terlesaikan. Kalau dibiarkan terus ya akan semakin menggelinding,” imbuh dia.

lowongan kerja
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…