Muhammad Sani (Twitter.com/@Gerindra) Muhammad Sani (Twitter.com/@Gerindra)
Jumat, 8 April 2016 23:30 WIB Evi Handayani/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

KABAR DUKA
Tutup Usia, Ini Profil Cemerlang Gubernur Kepri

Kabar duka kali ini datang dari berita meninggalnya Muhammad Sani.

Solopos.com, SOLOGubernur Kepulauan Riau (Kepri) Muhammad Sani meninggal di usia 73 tahun. Sebagai pegawai negeri sipil (PNS), Muhammad Sani tercatat memiliki pelbagai prestasi cemerlang.

Muhamad Sani tutup usia dalam masa perawatan di Rumah Sakit (RS) Abdul Waluyo di Jakarta, Jumat (8/4/2016). Dilansir Detik, Rencananya jenazah akan disemayamkan di rumah duka di Tanjungpinang, Kepri.

Dihimpun Solopos.com dari pelbagai sumber, Jumat, Muhammad Sani lahir di Parit Mangkil, Sungai Ungar, Kundur, Karimun, Kepulauan Riau, 11 Mei 1942. Ia tumbuh di keluarga petani yang mengalami kesulitan ekonomi.

Sani muda tidak menyerah pada keadaan. Ia bekerja keras untuk mencapai kehidupan layak. Segala usaha demi membantu orang tuanya dan menutup biaya sekolah ia lakukan, mulai dari menoreh getah pohon karet hingga berjualan air keliling.

Nasib Sani membaik, tatkala ada seorang kepala penjara dari Pekan Baru simpatik kepadanya. Sani disekolahkan hingga lulus dari APDN Pekan Baru, pada 1972.

Semasa hidup, Sani membekali dirinya dengan pelbagai studi, baik dalam negeri maupun luar negeri, formal dan nonformal. Sekolah formal yang ia tempuh adalah Sekolah Rakyat (SR) di Tanjungbatu (1956), Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Tanjungbatu (1959), Menengah Atas di Pekanbaru (1963), KDC di Pekanbaru (1965), Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) di Pekanbaru (1970-1972), dan Institute Ilmu Pemerintahan (IIP) di Jakarta (1978-1980).

Sementara sekolah nonformal Sani, antara lain melalui program Techniques in Reinventing Government 21 Juli-10 Agustus 1996 di Amerika Serikat, lalu di Belanda dan Singapura.

Sejumlah prestasi juga telah diraih Sani, antara lain Setya Lencana Karya Satya 30 tahun (1995), Satya Lencana Bintang Melati (2003), Pin Emas dari Menteri Agama RI (2003), Penghargaan Lencana Melati (2003), Setya Lencana Pembangunan (2004), Manggala Karya Kencana (2009), Bintang Tanda Jasa Pratama (2009), dan masih banyak lagi.

Jabatan yang pernah ditempati Sani adalah Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Bintan Timur (1967-1969), Camat Mandau (1973-1976), Kabag Personalia Kota Pekanbaru (1976-1978), Camat Bintan Timur (1980-1982), Kabag Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Riau (1982-1985), Wali Kota Tanjung Pinang (1985-1993), Kepala Binsos Setwilda Riau (1993-1995), Sekretaris Wilayah Kodya Batam (1995-1999), Inspektur Wilayah Provinsi Riau (1999-2001), Pejabat Bupati Karimun (1999-2000), Bupati Karimun (2001-2005), Wakil Gubernur Kepulauan Riau (2005-2010), Gubernur Kepulauan Riau (2010-2015), dan Gubernur Kepulauan Riau (2016-meninggal dunia).

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…