Sejumlah petugas dari DPUP Sleman sedang menambal jalan-jalan yang berlubang di jalan Gondanglegi, Karangmloko, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Kamis (7/4/2016). (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja) Sejumlah petugas dari DPUP Sleman sedang menambal jalan-jalan yang berlubang di jalan Gondanglegi, Karangmloko, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Kamis (7/4/2016). (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 8 April 2016 21:20 WIB Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

INFRASTRUKTUR SLEMAN
Banyak Ruas Jalan di Sleman Rusak

Infrastruktur Sleman berupa jalan membutuhkan perbaikan di sejumlah ruas jalan

Solopos.com, SLEMAN- Sejumlah ruas jalan di wilayah Sleman rusak. Selain akibat gempuran hujan, kerusakan juga disebabkan faktor usia dan dampak kelebihan tonase kendaraan yang lewat. Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman (DPUP) Sleman langsung melakukan perbaikan.

Dari pantauan Solopos.com, kerusakan jalan terjadi tidak hanya di jalan-jalan kabupaten. Beberapa ruas jalan provinsi juga terlihat rusak seperti di ruas jalan di Ring Road Barat depan SMPN 3 Gamping.

Terlihat jalan beraspal dijalur cepat meski ditambal muncul lubang kecil. Di Jalan Gondanglegi, Karangmloko, Sariharjo, Ngaglik, beberapa titik jalan berlubang sehingga membahayakan pengguna jalan.

Jalan rusak dan berlubang juga terlihat beberapa ruas di Jalan Ngelempongsari, Sariharjo. Beberapa titik lubang juga sempat terlihat di Jalan Damai salah satunya di depan Gereja Dayu, Sleman.

Namun saat ini dua titik lubang sekitar 40 centimeter akibat hujan di jalan tersebut sudah ditambal aspal. Di Selatan Dusun Dalangan Caturharjo arah ke Banyuurip, Caturharjo, Sleman terdapat tiga lubang.

“Lubang-lubang itu cukup dalam dan membayakan pengguna jalan. Kami berharap segera diperbaiki,” kata Sutrisno, warga Caturharjo, Kamis (7/4/2016).

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUP Sleman Mirza Anfanzury mengakui, saat ini banyak ruas jalan yang rusak di Sleman saat ini. Kerusakan itu, katanya, bisa karena hujan, faktor usia atau kendaraan yang lewat melebihi tonase yang ditentukan.

“Pemeliharaan rutin selalu kami. Penyebab jalan rusak beragam. Bisa akibat air dari hujan, atau memang usia aspal yang sudah melewati umur rencana,” ujarnya, Kamis (7/4/2016).

Hanya saja, lanjut Mirza, akibat keterbatasan SDM, belum semua jalan yang rusak dapat tercover. Selain itu, pihaknya juga belum semuanya mengetahui titik-titik jalan yang mengalami kerusakan. Untuk itu, ujar Mirza, pihaknya meminta peran aktif masyarakat untuk melaporkan kerusakan jalan yang ada di sekitarnya.

“Kami berharap warga ikut melaporkan jika mengetahui ada jalan yang amblong atau rusak. Setiap ada laporan langsung kami tindaklanjuti,” ujarnya.

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…