Ilustrasi (AFP)
Jumat, 8 April 2016 03:40 WIB JIBI/Harian Jogja/newswire Bantul Share :

HUTAN RAKYAT
3 Manajemen Hutan Rakyat Kantongi Sertifikat

Tiga unit manajemen hutan rakyat di Bantul telah mengantongi sertifikat pengelolaan hutan berbasis masyarakat lestari dari lembaga terkait.

 

 

Solopos.com, BANTUL- Pejabat Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan tiga unit manajemen hutan rakyat di wilayah setempat telah mengantongi sertifikat pengelolaan hutan berbasis masyarakat lestari dari lembaga terkait.

“Pemerintah itu siap membantu pendampingan pada unit pengelolaan hutan rakyat yang bersertifikasi, dan di kita (Bantul) sudah ada tiga kelompok (tersertifikasi),” kata Kasi Tata Usaha dan Pengamanan Hutan Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul, Totok Teguh Santosa di Bantul, seperti dikutip Antara, Kamis (7/4/2016).

Tiga kelompok Unit Manajemen Hutan Rakyat (UMHR) di Bantul yang sudah mengantongi sertifikasi itu, kata dia, yaitu UMHR Wono Lestari dengan hutan seluas 900 hektare yang tersebar di tiga desa Kecamatan Pajangan, yaitu Desa Sendangsari, Guwosari dan Triwidadi.

Kemudian UMHR Jasema singkatan dari jati sengon mahoni (jenis pohon) di Desa Terong Kecamatan Dlingo seluas 500 hektare, serta UMHR Wonorejo di Desa Argorejo Kecamatan Sedayu dengan lahan seluas 250 hektare.

“UMHR Wonorejo yang paling terakhir (bersertifikasi), sementara yang UMHR Wono Lestari lokasinya lebih dari satu desa, sehingga yang dibantu tidak kecil luasannya. Pemerintah itu kalau membantu kelompok hutan rakyat harus ada syaratnya minimal 250 hektare,” katanya.

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…