Foto Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Reuters)
Jumat, 8 April 2016 19:55 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

BUNUH DIRI SLEMAN
Hendak ke Sawah, Seorang Ibu Temukan Anaknya Tergantung di Gubug

Bunuh diri Sleman dilakukan seorang pemuda di Sleman

Solopos.com, SLEMAN – Seorang pemuda Rahmat Tohari, 24, ditemukan tewas tergantung di sebuah gubug di tengah perkebunan Dusun Tegalmulyo RT06/RW28 Jongke Lor, Sendangadi, Mlati, Sleman, Jumat (8/4/2016) pagi. Korban nekat mengakhiri hidupnya diduga karena ada permasalahan keluarga.

Kanit Reskrim Polsek Mlati AKP Haryanto menjelaskan, korban ditemukan tewas tergantung sekitar pukul 05.30 WIB kemarin. Korban nekat gantung diri menggunakan tali plastik dengan diameter sekitar 10 milimeter, panjang tali 1,5 meter.

Saat tergantung poisi kaki dengan tanah berjarak sekitar 0,5 meter. “Tali diikatkan blandar bambu, kebetulan tempat itu jadi tempat istirahat petani di tengah are pertanian,” jelasnya saat dimintai konfirmasi melalui ponsel, Jumat (8/4/2016).

Sekitar pukul 04.00 WIB korban memang meninggalkan rumah, saat itu ibunya tak menaruh curiga karena disangka akan pergi menambang pasir bersama sang ayah.

Akantetapi, sekitar pukul 06.30 WIB, ibu korban mendatangi area pertanian di sekitar TKP dan melihat langsung anaknya tergantung dalam keadaan sudah meninggal dunia.

Ibu korban lalu berteriak meminta tolong kepada anggota keluarganya dan warga. Korban lalu diturunkan dari ikatan tali dan dibawa ke rumah duka yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari TKP.

“Tim medis sempat memeriksa dan tidak ada bekas penganiayaan, terdapat bekas jeratan tali tambang melingkar di leher,” tegasnya.

Haryanto enggan berspekulasi terkait dugaan penyebab korban nekat gantung diri. Tetapi, menurut informasi, kata dia, korban ingin menikah dengan seorang temannya namun secara kebetulan sedang terbelit masalah. “Pihak keluarga sudah menerima dan tidak akan menuntut ke siapapun,” ujarnya.

LOWONGAN PEKERJAAN
QUALITY CONTROL & ADMIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…