Ilustrasi bencana alam ranah longsor (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi bencana alam tanah longsor (JIBI/Solopos/Dok.)
Jumat, 8 April 2016 18:23 WIB Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

BENCANA KARANGANYAR
Terkendala Dana, BPBD Belum Bikin Sekolah Tangguh Bencana

Penanggulangan bencana diharapkan bisa dilakukan dengan pendirian sekolah tangguh bencana.

Solopos.com, KARANGANYAR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar belum dapat menindaklanjuti program pembentukan sekolah tangguh bencana karena terkendala alokasi dana.

Kepala BPBD Kabupaten Karanganyar, Nugroho, menuturkan program itu menyasar kemandirian pengelola sekolah dan kesiapan peserta didik pada saat sebelum bencana, saat bencana, dan setelah bencana. Nugroho mengklaim BPBD siap melaksanakan program itu karena materi, pendampingan, dan simulasi kegiatan sudah disiapkan.

“Program sudah ada, tetapi perlu dukungan anggaran. Sampai sekarang belum ada [dukungan anggaran]. Kami sudah mengusulkan ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah [TAPD] supaya mendapat pendanaan pada anggaran berikutnya,” kata Nugroho saat dihubungi solopos.com, Jumat (8/4/2016).

Penerapan sekolah tangguh bencana menyasar tempat kegiatan belajar mengajar (KBM) formal di lokasi rawan bencana alam. Nugroho mengingat sejumlah kejadian tanah longsor menimpa gedung sekolah. Program sekolah tangguh bencana sejalan dengan pembentukan Desa Tangguh Bencana. Kabupaten Karanganyar sudah membentuk Desa Tangguh Bencana di Desa Balong Jenawi, Kelurahan Tawangmangu Tawangmangu, dan Desa Berjo Ngargoyoso.

BPBD menargetkan pembentukan 20 objek tangguh bencana, yakni desa, sekolah, dan perusahaan hingga 2017. Nugroho menyinggung penerapan peraturan bupati (Perbup) tentang pengelolaan bantuan korban bencana alam. Dia berharap perbup itu dapat mendukung program mitigasi di lingkungan pendidikan.

Perbup itu mengganti Perbup Nomor 14 tahun 2012 tentang Petunjuk Pelaksana Pemberian Bantuan Bencana Alam dan Perbup Nomor 1 tahun 2014 tentang penggantinya.

 

lowongan pekerjaan
PT. BPR Bina Langgeng Mulia, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….