Warga Desa Wisata Jamalsari, Mijen, Semarang mengarak gunungan hasil bumi dalam kirab ritual Merti Waduk Jatibarang, Minggu (27/3). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra) Warga Desa Wisata Jamalsari, Mijen, Semarang mengarak gunungan hasil bumi dalam kirab ritual Merti Waduk Jatibarang, Minggu (27/3). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)
Kamis, 7 April 2016 17:50 WIB Insetyonoto/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

WISATA SEMARANG
Ingin Wisata Ala Pedesaan, Inilah 5 Desa Wisata yang Layak Dikunjungi

Wisata Semarang memiliki lima desa wisata desa yang memiliki berbagai potensi pariwisata, terutama keindahan alam pedesaan.

Solopos.com, SEMARANG – Bila berkunjung ke Kota Semarang jangan lupa untuk menikmati wisata di desa-desa wisata yang menyuguhkan keindahan alam khas nuansa pendesaan. Ada lima desa wisata di Semarang yang memiliki potensi keindahan alam dan layak untuk dikunjungi.

Apa saja desa-desa wisata itu. Berikut daftar kelima desa wisata itu seperti dilansir dari laman pariwisata.semarangkota.go.id:

1. Desa Wisata Kandri
Terletak di Desa Kandri, Kecamatan Gunungpati, Semarang berdampingan dengan bendungan Jatibarang. Di tempat ini terdapat Gua Kreo yang masih alami yang dihuni puluhan monyet jawa berekor panjang.

Pengunjung juga dapat menikmati kuliner tradisional seperti getuk ketek yang terbuat dari bahan singkong, tape singkong, tape dodol, makanan dan makanan ringan yang terbuat dari tepung moca.

Warga Desa Kandri mempertahankan kebudayaan lokal seperti ketoprak, wayang kulit, wayang suket (rumput), dan pertunjukan lesung sebagai pertunjukan seni.

2. Desa Wisata Nongkosawit
Masih di Kecamatan Gunungpati, terdapat Desa Wisata Nongkosawit yang memiliki pemandangan indah dengan lembah dan ngarai.

Desa Nongkosawit memiliki potensi pertanian dan buah-buahan seperti durian, jeruk, buah naga, dan rambutan. Peternakan ayam, sapi, tikus putih dan, domba.

Serta pertunjukan kesenian tarian tradisional si Golo-Golo dan Kuntulan yang dibawakan masyarakat setempat.

3. Desa Wisata Wonolopo
Desa Wonolopo terletak di Kecamatan Mijen, Semarang dengan agrowisata seperti durian, salak, jambu biji, dan pepaya.

Wisata desa ini juga terkenal dengan pembuatan jamu tradisional. Pengunjung disuguhi cara pembuatan jamu dan jamu tradisional. Ada juga outbound serta tersedia homestay.

4. Desa Wisata Sodong
Desa Sodong, Kecamatan Mijen terkenal dengan nama kampung anggrek karena terdapat ragam anggrek. Pengunjung juga dapat belajar budidaya dan belajar memanen anggrek.

Selain anggrek, di Sodong juga ada wisata budaya berupa petilasan Sunan Kalijaga, camping ground, homestay, dan wisata edukasi.

5. Desa Wisata Kampung Jamalsari
Kampung wisata Jamalsari, Kecamatan Mijen, Semarang terletak di tepi bendungan Jatibarang. Objek wisata, kampung ini menggunakan lahan seluas enam hektare tanah milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwana dan lahan masyarakat Jamalsari.

Pengunjung dapat menikmati wisata alam dan wisata air di atas bendungan. Selain permainan air di waduk, ada bumi perkemahan, outbound, homestay, kebun anggrek, pertunjukkan seni budaya, sanggar batik, dan sanggar kerajinan lampion, pembuatan tape, dan pembuatan keripik kulit singkong.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.MICROVISION INDONESIA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…