Bendung Gerak Bengawan Solo di Bojonegoro. (JIBI/Solopos/Antara/Slamet Agus Sudarmojo) Bendung Gerak Bengawan Solo di Bojonegoro. (JIBI/Solopos/Antara/Slamet Agus Sudarmojo)
Kamis, 7 April 2016 07:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

WISATA BOJONEGORO
Bendung Gerak Sembayat Dilarang untuk Wisata, Ini Alasannya

Wisata Bojonegoro ini terkait pelarangan berwisata ke Bendung Gerak Sembayat.

Solopos.com, BOJONEGORO – Bendung Gerak Sembayat Bengawan Solo yang berlokasi di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, masih dalam tahap pembangunan sehingga tak boleh dijadikan sebagai lokasi wisata.

“Warga yang memanfaatkan Bendung Gerak sebagai lokasi wisata sudah kami larang. Sebab kalau terjadi sesuatu, tidak jelas siapa yang harus bertanggung jawab,” kata Pembantu Pengawas Pengendalian Banjir Balai Besar Bengawan Solo di Solo, Jawa Tengah, Irianto, di Bojonegoro, Selasa (5/4/2016).

Menurut dia, pembangunan Bendung Gerak Sembayat, yang dimulai sejak 15 Desember 2011, sekarang ini sudah mencapai lebih dari 95 persen. “Sesuai jadwal pembangunan Bendung Gerak Sembayat selesai Agustus,” jelasnya.

Ia menjelaskan sekitar dua bulan lalu Bendung Gerak Sembayat di Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah, dimanfaatkan warga sebagai objek wisata dengan menarik karcis masuk kepada pengunjung Rp2.000 per orang.

Tapi pemanfaatan Bendung Gerak Sembayat sebagai lokasi wisata dengan mengenakan karcis tanda masuk itu hanya berlangsung empat hari. “Setelah kami larang, penarikan karcis tanda masuk ke lokasi Bendung Gerak berhenti,” tegas dia.

Meski demikian, lokasi Bendung Gerak Bengawan Solo saat ini masih tetap ramai dikunjungi warga untuk rekreasi. “Warga yang datang ke lokasi Bendung Gerak Sembayat masih banyak, tapi kami kesulitan melarang,” ucap dia.

Sesuai data, jelas dia, Bendung Gerak Sembayat memiliki daya tampung memanjang sekitar 10 juta meter kubik. Fungsi Bendung Gerak, selain untuk mengatasi intrusi alias perembesan air laut, juga untuk mencukupi air irigasi pertanian seluas 800 hektare, dan 3.569 hektare dengan memanfaatkan pompa air.

Air tampungan di Bendung Gerak juga bermanfaat untuk kebutuhan air domestik dan industri sebesar 1.258 meter kubik per detik. Pembangunan Bendung Gerak Sembayat, yang memiliki tujuh pintu, dikerjakan konsorsium PT Waskita Karya (persero), PT Wijaya Karya (persero) tbk, dan PT Brantas Abipraya (persero).

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Tanggung Jawab Kesehatan Masyarakat

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (29/11/2017). Esai ini karya Muhammad Sholahuddin, dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan kandidat doktor bidang ekonomi di International Islamic University Malaysia. Alamat e-mail penulis adalah muhammad.sholahuddin@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu terakhir ini beredar…