Para peserta Ujian Nasional Kejar Paket B dari PKBM Persada Kecamatan Sewon yang melaksanakan ujian di SMP N 1 Sewon, Rabu (6/4/2016). (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja) Para peserta Ujian Nasional Kejar Paket B dari PKBM Persada Kecamatan Sewon yang melaksanakan ujian di SMP N 1 Sewon, Rabu (6/4/2016). (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 7 April 2016 10:55 WIB Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

UNPK 2016
Dinas Mintakan Izin Karyawan untuk Ikut Ujian Kesetaraan

UNPK 2016 di Bantul, ada puluhan peserta terdaftar yang tidak hadir

Solopos.com, BANTUL-– Selain melaksanakan Ujian Nasional (UN) SMA/SMK, Dinas Pendidikan Menengah dan Non-formal (Dinmenof) Kabupaten Bantul juga melaksanakan UN bagi Kelompok Belajar (Kejar) paket C yang dilaksanakan di tiap-tiap Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Pengelola PKBM Persada Sewon Fajar Riyanti mengatakan berdasar pantauan dalam tiga hari pelaksanaan UN Sebanyak 31 peserta tidak hadir, padahal menurut data terdaftar sebanyak 298 peserta.

“Ada yang sakit, ada juga yang minder tidak mau berangkat. Kemudian ada juga yang takut minta izin ke tempat kerja karena sebagian peserta sudah bekerja,” katanya saat ditemui di sela pelaksanan UN Kejar Paket C, di SMPN 1 Sewon, Rabu (6/4/2016).

Menurutnya para peserta yang sudah bekerja tidak perlu takut meminta izin ke perusahaan untuk mengikuti UN Kejar Paket C. Pasalnya Dinmenof sendiri sudah memfasilitasi permohonan izin ke tempat kerja untuk mengikuti ujian.

Ia menyampaikan teknis pelaksanan ujian beserta mata pelajaran yang diujikan di Kejar Paket C sama dengan pendidikan formal jenjang SMA hanya saja untuk pelaksanaan UN kejar Paket C sendiri dilaksanakan siang hari, mulai pukul 13.30 WIB pukul 17.00 WIB.

Pada pelaksanaan UN Kejar Paket tahun ini peserta ujian Kejar Paket C rata-rata masih berusia muda yakni usia 20 tahun. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya masih didominasi dengan bapak-bapak atau ibu-ibu bahkan lansia.

Banyaknya peserta usia muda tersebut berasal dari siswa Drop Out (DO) juga siswa siswa yang putus sekolah. Selain itu ada juga peserta dari santri Pondok Pesantren Krapyak dan Banguntapan yang bergabung karena belum mendapatkan izin untuk melaksanakan ujian sendiri.

“Para peserta itu mengikuti kejar Paket C untuk mendapatkan ijazah kesetaraan SMA. Ada yang memang butuh untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi atau karena faktor pekerjaan yang menuntut minimal ijazah setara SMA,” paparnya.

Sementara itu Penanggungjawab Posko UN Dinas Pendidikan Menengah dan Nonformal (Dikmenof) Bantul, Agus Sriyana menyebut total peserta UN Kejar Paket C di Bantul sebanyak 866 peserta yang terbagi dalam 15 PKBM di Bantul.

“Secara umum sama teknis pelaksanaannya dengan UN berbasis kertas. Peserta juga diberikan kesempatan ujian ulangan untuk memperbaiki nilai,” ucapnya.

lowongan pekrjaan
TENAGA ADM KONVEKSI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) “…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Peringkat dan Mutu Perguruan Tinggi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/9/2017). Esai ini karya Johan Bhimo Sukoco, dosen Ilmu Administrasi Negara di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi, Solo. Alamat e-mail penulis adalah johanbhimo@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO — Kementerian Riset Teknologi dan…