Logistik UN paper based test siap di Madiun, Kamis (9/4/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Siswowidodo) Ilustrasi (JIBI/Solopos/dok)
Kamis, 7 April 2016 23:00 WIB Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja Pendidikan Share :

UN 2016
Siswa SMAN di Jogja Laporkan Bocoran Soal dari Grup Line

UN 2016 kembali diwarnai dugaan kebocoran soal. Kali ini muncul di grup aplikasi Line.

Solopos.com, JOGJA — Ombudsman Republik Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (ORI DIY) menerima laporan salah seorang siswa peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2016 yang menyebutkan aktivitas tanya jawab soal UN di sebuah grup aplikasi Line.

Kepala ORI DIY Budhi Masturi pada temu media di Kantor ORI DIY pada Kamis (7/4/2016) mengatakan, pelapor adalah satu orang peserta UN salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Kota Jogja. Siswa yang oleh ORI dirahasiakan identitasnya ini menceritakan kejadian setelah selesai mengerjakan soal UN mata pelajaran Bahasa Indonesia dan membuka telepon genggam yang ia miliki.

Ia sangat kaget karena menemukan kronologi percakapan yang intinya menanyakan jawaban soal ujian tersebut disertai lampiran foto soal dari sebuah halaman kerja UNBK di layar komputer. Di percakapan itu juga ditampilkan gambar salah satu dari empat foto soal UNBK. Tak hanya itu, ada tiga soal UN berbasis kertas yang juga dibagikan dalam grup beranggotakan 195 orang siswa dari DIY dan luar DIY itu.

“Setelah ia baca, ternyata soal yang ia lihat dari grup itu sama dengan yang ia kerjakan saat UN. Ada satu lagi laporan datang dari peserta UN 2016 mapel Matematika, namun masih belum kami konfirmasi lebih lanjut,” kata Budhi.

Siswa ini melaporkan kejadian tersebut kepada ORI DIY karena terketuk hatinya setelah masih ada rekannya yang jujur mengerjakan UN. Sementara itu, ada peserta lain yang justru menanyakan jawaban UN lewat Line.

“Dengan adanya laporan ini, kami ingin mempertanyakan seperti apa indikator integritas pelaksanaan UN yang membuat DIY berada di urutan nomor satu di Indonesia. Laporan ini akan kami olah lebih lanjut dan akan kami serahkan kepada tim pemantau ORI di tingkat pusat. Kami juga memiliki beberapa masukan bagi pemerintah daerah.”

Karena itu, dia meminta kepala sekolah tidak terjebak target keberhasilan penyelenggaraan UN dengan raihan nilai tertinggi. “Saya yakin di DIY tidak ada kepala sekolah seperti itu, namun hal ini perlu menjadi perhatian bagi seluruh pihak. Kedua, ORI berharap ada pengawasan yang lebih intensif kepada peserta UN dan para pengawas, hingga mereka bisa membawa gadget ke dalam ruang ujian.”

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY Kadarmanta Baskara Aji mengaku sudah mendapatkan informasi itu. Namun ia belum dapat memastikan apakah foto soal tersebut berasal dari siswa asal DIY atau daerah lain. Selama ini, menurutnya, pengawasan UN di Jogja sudah ketat dalam membatasi siswa membawa telepon seluler ke dalam kelas saat ujian.

“Kalau sampai benar-benar ada yang memotret soal dan disebarkan maka siswa yang bersangkutan akan dapat sanksi tegas tidak lulus UN. Namun kami masih akan melakukan investigasi,” imbuhnya.

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…