Siswi SMA mengaku anak Arman Depari (Youtube.com) Siswi SMA mengaku anak Arman Depari (Youtube.com)
Kamis, 7 April 2016 13:00 WIB Evi Handayani/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

TRENDING SOSMED
Ini Video Siswi SMA Ditilang, Ngaku Anak Pejabat BNN Arman Depari

Trending sosmed kali ini berasal dari ulah seorang siswi di Medan.

Solopos.com, SOLO — Rekaman video seorang siswi sekolah menengah atas (SMA) di Medan ditilang, dan mengaku sebagai anak Deputi Penindakan dan Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Brigjen Arman Depari, Rabu (6/4/2016), menjadi viral di media sosial.

Melalui rekaman video berjudul Ditilang Polisi, Siswi SMA Ini Ngaku-Ngaku Anak Jenderal Arman Depari, yang diunggah akun Obengtube, tampak seorang siswi berambut panjang marah-marah kepada wanita polisi yang menilangnya.

“Oh mau dibawa? Oke ya, Bu. Ibu dengar ya, Bu, aku anak Arman Depari,” kata siswi tersebut.

Sang Polwan yang mengenakan seragam berlabel nama Perida berusaha menenangkan siswi SMA tersebut. Namun, remaja itu masih ngotot dirinya anak Arman Depari.

Siswi tersebut lantas tampak terdiam beberapa saat, ketika seseorang di balik layar menanyainya. “Anak siapa, Dik? Arman Depari? Itu BNN loh, Dik, jangan main-main,” ujarnya.

Siswi itu lantas terlihat ragu dan berusaha mengelak pembicaraan mengenai Arman Depari.

Sejumlah pengakses Internet (netizen) pun beramai-ramai mengomentari ulah siswi SMA yang ditilang bersama teman-temannya tersebut, dalam konvoi setelah Ujian Nasional (UN).

“Anak SMA tp tampilan make-up ny menor mau jadi apa coba klo dh lulus, miris sekali dngn prgaulan anak sekolah zaman skrng,” komentar Marsitibundapuput Siti

“Sok banget anak ingusan iniii,” tulis Elfateh Sinaga.

“Kasih efek jera tuh bocah,” tulis Tarrie Hidayat 969277.

Terkait dengan pengakuan siswi SMA tersebut, Arman Depari telah memberi klarifikasi. Arman menegaskan dirinya tidak memiliki anak perempuan dan ketiga anak lelakinya tinggal di Jakarta.

“Saya dikirimi teman tadi sore menjelang magrib. Memang saya dengar nama saya disebut. Nah, saya tadi sudah konfirmasi ke Polresta Medan, mengenai hal tersebut. Nah kemudian saat ini saya ingin tegaskan, bahwa saya tidak mempunyai anak perempuan. Saya anak ada tiga, dan semuanya laki-laki dan tinggal di Jakarta. Tidak ada yang tinggal di Medan,” kata Arman, sebagaimana dikutip Solopos.com dari telewicara Kabar Malam TV One.

Menurut Arman, perilaku orang yang mengaku-ngaku sebagai anggota keluarga polisi, untuk menghindari sanksi pelanggaran yang dibuat adalah sesuatu yang tidak baik.

“Saya kira suatu hal yang tidak baik dilakukan. Seharusnya, bila dia merasa anggota keluarga kepolisian, harusnya lebih taat peraturan lebih dari siapa pun,” ujar Arman. [Lihat videonya di link ini: https://www.youtube.com/watch?v=KUHgkBvsx3w]

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.ARTABOGA CEMERLANG, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…