Ayah dari Poniatun, warga Ponorogo yang menjadi TKW di Malaysia, merindukan kepulangan anaknya. (Facebook-Yuli Pratiwi) Ayah dari Poniatun, warga Ponorogo yang menjadi TKW di Malaysia, merindukan kepulangan anaknya. (Facebook-Yuli Pratiwi)
Kamis, 7 April 2016 15:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

TKI PONOROGO
Ayah Ini Rindu Anaknya yang Tak Pulang 21 Tahun

TKI Ponorogo ini terkait kerinduan ayah kepada anaknya yang tak pulang 21 tahun setelah menjadi TKI di Malaysia.

Solopos.com, PONOROGO — Seorang ayah yang beralamat di Jl. Mayjen Sutoyo No. 105 RT 002/RW 001 Desa Kadipaten, Babadan, Ponorogo, Jawa Timur, merindukan kepulangan anak perempuannya, Poniatun, yang menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Malaysia.

Poniatun dikabarkan belum pulang ke rumah selama 21 tahun sejak keberangkatannya menjadi TKW pada 1996. Kisah mengharukan ini diunggah pengguna akun Facebook Yuli Pratiwi pada Minggu (3/4/2016).

Yuli Pratiwi mengunggah video yang berisi dialog dengan seorang ayah tersebut yang menginginkan kepulangan anaknya Poniatun. Dalam video yang diberi judul BAPAK Kangen nDuk itu juga dilengkapi keterangan mengenai pesan yang ingin disampaikan kepada TKW di Malaysia atas nama Poniatun yang belum pulang selama 21 tahun.

Dalam video itu, ayah Poniatun mengharapkan kepulangan anaknya dari Malaysia. Saat ini kondisi sang bapak sangat memrihatinkan dengan kondisi tubuh yang renta dan sudah tidak dapat melihat.

Pria itu mengaku penyakit yang dideritanya muncul sejak anaknya tidak pulang-pulang ke rumah. Saat itu, dirinya merasakan pusing yang amat sakit hingga berujung pada kebutaan.

Pak’e kangen nduk, pak’e kangen. Kulo mikiri anak wedok seng ten Malaysia, ngasi saiki kok durung balik,” kata ayah Poniatun yang dikutip Madiunpos.com dari Facebook, Kamis (7/4/2016).

Ayah Poniatun menceritakan sejak kepergian anaknya pada 1996 hingga sekarang, anaknya tidak pernah mengirim uang dan mengirim kabar. Sehingga, dirinya tidak mengetahui kondisi Poniatun.

Sejak matanya tidak bisa melihat pada 2004, dia mengaku tidak lagi dapat bekerja dan hanya mengandalkan orang yang ada di sekelilingnya. Dia mengaku setiap hari berdoa supaya anak perempuannya itu segera pulang ke rumah.

“Saya sering berdoa smeoga anak saya Poniatun segera pulang. Cuma itu harapan saya,” ujar dia.

Unggahan video itu pun mendapat simpati dari netizen pengguna Facebook. Pantauan Madiunpos.com, Kamis pukul 09.00 WIB, unggahan tersebut telah disukai lebih dari 1.100 pengguna Facebook, mendapat 203 komentar, dan 1.838 kali dibagikan.

Sejumlah netizen berharap Poniatun bisa pulang ke rumah dan segera merawat bapaknya yang telah sakit. Pengguna akun Facebook Alia Singli berdoa semoga Poniatun cepat pulang dan tidak terjadi apa-apa dengan Poniatun. Dia juga berdoa semoga ayah Poniatun diberi ketabahan dalam menghadapi cobaan.

“Semoga cepat balik dan tak terjadi ape ape dengan anak bapak ini dan semoga bapak ini tabah menghadapi cobaan dan semoga bapak ini dipanjangkan umur AMIN YA ALLAH,” tulis dia dalam kolom komentar.

Pengguna akun Facebook Bunda Andy ASaleem juga mengatakan hal serupa. Dia berharap semoga ayah Poniatun diberi kesabaran dan kesehatan. Dia berharap Poniatun segera pulang dan segera memberi kabar kepada ayahnya.

“Semoga kake ini diberi kesabaran dn kesehatan dn semoga anak Nya yg Ada di Malaysia segeralah pulang dn segera ngasih khabar,pada bpk mu kasian,,” tulis dia dalam kolom komentar.

lowongan pekerjaan
HUMAN RESOURCE DEPARTMENT MANAGER, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL DP Murah, Angsuran Ringan! Nego sampai OKE! Yuni – 08562998806 (A00844092017) Terios…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH STRG…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Sekolah Pagesangan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (22/9/2017). Esai ini karya Nur Fatah Abidin, mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah ikbenfatah@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Minggu pagi (17/9) lalu Rumah Banjarsari di kawasan Monumen ’45 Banjarsari, Kota…