Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi berjalan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (2/4/2016). KPK menetapkan Mohamad Sanusi sebagai tersangka penerima suap dari PT Agung Podomoro Land dimana suap itu untuk perizinan proyek reklamasi di Pantai Utara dengan barang bukti hasil operasi tangkap tangan uang sebesar Rp 1,14 miliar. (JIBI/Antara Foto/Muhammad Adimaja) Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi berjalan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (2/4/2016). KPK menetapkan Mohamad Sanusi sebagai tersangka penerima suap dari PT Agung Podomoro Land dimana suap itu untuk perizinan proyek reklamasi di Pantai Utara dengan barang bukti hasil operasi tangkap tangan uang sebesar Rp 1,14 miliar. (JIBI/Antara Foto/Muhammad Adimaja)
Kamis, 7 April 2016 21:30 WIB Feni Freycinetia/JIBI/Bisnis Hukum Share :

SUAP REKLAMASI JAKARTA
Sunny Tanuwidjaja Dicekal, Ahok: Terserah KPK

Suap reklamasi Jakarta membuat nama Sunny Tanuwidjaja disebut-sebut dan kini dicekal KPK.

Solopos.com, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mempersilakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa Sunny Tanuwidjaja.

“Iya saya sudah dengar [pencegahan Sunny ke luar negeri]. Ya, saya pikir terserah KPK [menentukan waktunya] untuk panggil atau gimana,” ujarnya di Balai Kota DKI, Kamis (7/4/2016).

Menurutnya, nama Sunny mencuat lantaran disebut-sebut oleh Ketua Komisi D DPRD DKI Mochammad Sanusi, tersangka kasus dugaan suap terkait pembahasan dua raperda. Kedua raperda itu adalah tentang Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) dan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantura Jakarta.

Ahok bercerita pertemuan pertama dengan Sunny terjadi pada 2009. Saat itu, Sunny meminta Ahok untuk menjadi objek penelitiannya dalam menyelesaikan gelar doktoral (S3) di Universitas Illinois, Amerika Serikat.

Lebih lanjut, menampik Sunny, yang pernah bergabung dengan lembaga riset Centre for Strategic and International Studeis (CSIS) tersebut memang dekat dengan kalangan pengusaha dan anggota DPRD DKI Jakarta. Tak lagi aktif di CSIS, Ahok membeberkan saat ini Sunny bekerja untuk bos Grup Rajawali Peter Sodakh.

Bukan itu saja, Ahok juga sering mengajak Sunny jika dirinya bertemu dengan para petinggi partai politik, misalnya Ketua Umum Partai Nasdem dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri. “Saya ajak dia pas ketemu Surya Paloh. Dia juga saya ajak pas ke acara [peluncuran buku] Bu Mega. Pas mau masuk ke ruangan, Bu Mega melarang dia masuk jadi saya ngobrol berdua. Si Sunny sama Lippo juga deket,” imbuhnya.

Meski demikian, dia menegaskan Sunny tidak pernah memengaruhi dirinya dalam menentukan kebijakan di DKI Jakarta. Ahok juga tak mengetahui apakah Sunny melakukan lobi khusus terkait proyek reklamasi Teluk Jakarta. Menurutnya, status Sunny hanya mengamati semua pergerakan politik yang terjadi di Balai Kota DKI.

“Dia hanya memonitor. Saya enggak tahu apa dia khianati saya. Kalau lihat tampangnya sih enggak,” kata Ahok.

lowongan pekerjaan
Accounting, Adminidtrasi, Designer Graphis, Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) DP Mura…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Bangjo untuk Citra Kota Solo

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (19/9/2017). Esai ini karya Sugeng Riyanto, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah ust.sugeng@gmail.com. Solopos.com, SOLO —┬áDalam rapat kerja Komisi III DPRD Kota Solo bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota…