Sonya Ekarina Sembiring (Instagram.com) Sonya Ekarina Sembiring (Instagram.com)
Kamis, 7 April 2016 19:45 WIB JIBI/Solopos/Newswire Peristiwa Share :

SISWI SMA NGAKU ANAK JENDERAL
Akui Sonya Keluarganya, Arman Depari Minta Maaf

Siswi SMA ngaku anak jenderal ternyata keluarga besar dari Irjen Arman Depari.

Solopos.com, JAKARTA – Irjen Arman Depari akhirnya mengakui jika Sonya Depari, siswi SMA yang mengaku anaknya saat penertiban Polantas Medan adalah berkerabatnya. Ia pun meminta maaf ke Polri dan masyarakat atas apa yang dilakukan Sonya.

Menurut Arman, dia melakukan pengecekan pada video tentang Sonya yang tersebar, dan setelah dicek memang keluarganya.

“Memang setelah saya dapat informasi saya tegaskan bahwa saya enggak punya anak perempuan, anak saya laki-laki. Dan setelah saya mendapat video kiriman lagi, baru saya tanya kepada keluarga bahwa memang betul, setelah itu kemudian ditegaskan bahwa itu memang keluarga besar saya, anak dari saudara saya,” jelas Irjen Arman, Kamis (7/4/2016), seperti dilansir Detik.com.

Peristiwa penertiban itu terjadi pada pada, Rabu (6/4/2016). Saat itu Sonya dan teman-temannya konvoi merayakan selesainya UN SMA. Polantas dengan ramah meminta mereka berhenti dan agar tertib berlalu lintas. Tapi seperti dilihat di video yang tersebar, Sonya justru menjawabnya dengan kata-kata bernada tinggi dan menyebut anak jenderal ke Ipda Perida.

“Memang banyak yang bertanya ke saya tindakan apa yang saya ambil. Nah, saya melihat ini memang ada sesuatu yang salah. Kemudian saya juga melihat bahwa ini mungkin karena dia mau jadi pahlawan di antara teman-temannya mungkin begitu ya. Kalaupun saya harus marah apakah saya harus gampari? Atau dengan anak-anak seperti ini apakah harus saya laporin polisi untuk dipenjara?” jelas Arman.

“Makanya saya lebih baik mengambil sikap, saya meminta maaf terutama kepada Polri apa yang telah dilakukan keluarga saya ini memang sungguh tidak terpuji. Saya juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan saya kepada petugas polisi yang kemarin bertugas dan berhubungan langsung dengan yang bersangkutan, saya melihat tindakan mereka cukup profesional dan sangat mengayomi. Oleh karena itu, saya dari keluarga menyampaikan permohonan maaf saya, saya kira itu,” tutup Arman.

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….