Berbagai produk perumahan di Solo Raya dan DIY dipamerkan dalam Great REI Jateng Expo 2016 di atrium Solo Paragon Lifestyle Mall, Rabu (6/4/2016). Pameran tersebut digelar hingga Minggu (17/4/216). (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)
Kamis, 7 April 2016 01:30 WIB Asiska Riviyastuti/JIBI/Solopos Ekonomi Share :

PROPERTI SOLO
Penjualan Diperkirakan Tumbuh 10%

Bisnis properti tahun ini diperkirakan lebih cerah dibandingkan tahun lalu.

Solopos.com, SOLO – Maket berbagai bentuk bangunan tempat tinggal tertata rapi di pameran Tahun Investasi Properti di Atrium Solo Paragon Lifestyle Mall. Pengembang menyuguhkan maket dengan model berbeda, sesuai dengan konsep yang diusung untuk memudahkan masyarakat mengetahui model rumah yang ditawarkan.

Leaflet dan brosur juga disediakan yang kebanyakan ditempatkan di bagian depan stan. Stan pameran juga dibuat menarik dengan menampilkan gambar atau video dan juga audio mengenai promo dan model bangunan yang ditawarkan. Di bagian tengah stan juga disediakan meja bundar dengan empat kursi untuk melayani konsultasi konsumen.

Pameran kali ini tidak hanya menawarkan rumah tapak tapi juga rumah vertikal, seperti apartemen yang ada di Solo maupun Jogja. Harga rumah yang ditawarkan pun beragam, mulai dari Rp116,5 juta hingga lebih dari Rp500 juta. Pameran ini pun menarik perhatian pengunjung mal dan tidak sedikit yang mendatangi stan.

Real Estat Indonesia (REI) Jateng bekerja sama dengan REI Soloraya mengadakan pameran rumah untuk tes pasar di awal tahun. Wakil Ketua REI Jateng, Adib Ajiputra, mengatakan sebelumnya sudah diadakan pameran khusus rumah subsidi dan mendapat tanggapan positif dari masyarakat mengingat permintaan rumah ini sangat tinggi. Oleh karena itu, melalui pameran yang lebih banyak menghadirkan rumah komersil diharapkan bisa ikut mendongkrak penjualan di tahun ini.

“Rumah yang ditawarkan selama pameran diantaranya rumah subsidi, komersil, apartemen, kondotel, dan hotel, tidak hanya yang berada di Solo tapi juga daerah lain, seperti di Jogja,” ungkap Adib saat ditemui wartawan seusai acara pembukaan, Rabu (6/4/2016).

Dia mengatakan tahun lalu penjualan rumah komersil terkoreksi karena pelemahan ekonomi. Namun awal tahun ini menurut dia mulai ada pergerakan yang terlihat dari adanya pembangunan perumahan. Adib melanjutkan pertumbuhan penjualan rumah di tahun ini diperkirakan 10%, belum bisa setinggi tiga tahun lalu yang mampu mencapai 20%-30%. Menurut dia, rumah yang paling diminati adalah yang berada di kisaran harga Rp300 juta-Rp500 juta.

Dia mengungkapkan pertumbuhan penjualan rumah komersil tahun ini bisa lebih baik jika dibandingkan sebelumnya karena adanya relaksasi loan to value (LTV) yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI). Selain itu, suku bunga juga telah terkoreksi dengan adanya penurunan suku bunga acuan atau BI rate sebanyak 75 basis point.

Branch Manager BTN Solo, Iriska Dewayanti, mengungkapkan bank yang telah lama berkecimpung dalam pembiayaan perumahan ini memberikan promo suku bunga single digit untuk rumah komersil, yakni 9,6% fix selama satu tahun dan 9,9% fix selama dua tahun. Dia mengungkapkan biasanya suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) berada lebih dari 10%.

Ketua REI Soloraya, Anthony Abadi Hendro P., berharap pameran ini bisa semakin mendorong pergerakan sektor riil mengingat properti memiliki banyak komponen pendukung. Dia juga mengapersiasi adanya penurunan suku bunga karena rasio gaji terhadap angsuran meningkat sehingga jangkauan pasar menjadi lebih luas. Selain itu, BTN juga memperpanjang tenor pembiayaan dari sebelumnya maksimal 20 tahun menjadi 25 tahun.

“Soloraya ditarget mampu membangun 3.000 unit rumah untuk rumah subsidi dan komersil. Namun kami optimistis bisa membangun hingga 4.000 unit rumah di tahun ini,” kata laki-laki yang akrab disapa Tony.

Dia mengatakan tidak ada target khusus jumlah transaksi selama pameran. Namun untuk menarik minat konsumen, masing-masing peserta memberikan gimmick menarik, diantaranya cash bertahap selama tiga tahun dan subsidi suku bunga yang diberikan pengembang.

 

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…