Pesilat Jateng, Linggar Jati Nugraha, berlatih di Padepokan Pencak Silat Jateng, di Kartasura, Sukoharjo, Selasa (5/4). Linggar akan turun di kelas seni gerak tunggal putra pada PON 2016 di Jawa Barat, September 2016 nanti. (Espos/Hanifah Kusumastuti)
Kamis, 7 April 2016 04:00 WIB Hanifah Kusumastuti/JIBI/Solopos Umum Share :

PON 2016
Pencak Silat Jateng Bakal Pemanasan ke Luar Negeri

PON 2016 akan diikuti oleh pencak silat dari Jawa Tengah.

Solopos.com, SOLO — Tim pencak silat Jawa Tengah bakal melakoni pemanasan menuju PON 2016 dengan menggelar uji coba ke luar negeri. Dua negara tetangga menjadi tujuan uji coba yakni Malaysia dan Thailand.

Jateng meloloskan puluhan atlet untuk turun pada 14 nomor di PON 2016 di Jawa Barat (Jabar), September 2016 mendatang. Tiga pesilat di antaranya merupakan atlet pelatnas untuk kategori tanding, yakni Sapto Purnomo (kelas D putra/60-65 kg), Rizki Adi Wijaya (kelas F putra/70-75 kg), dan Sri Rahayu (kelas A putri/45-50 kg).

“Memang ada undangan dari Malaysia dan Thailand. Untuk bulan depan kami akan jajal kekuatan lawan Malaysia, sementara awal Juni ke Thailand. Dengan uji coba ini kami akan diuntungkan, karena mereka termasuk lawan seimbang,” jelas Pelatih Pencak Silat Jateng, Indro Catur, kepada Solopos.com lewat telepon, Selasa (5/4/2016).

Tim pencak silat Jateng memang “menghindari” uji coba melawan tim-tim dari provinsi lain sebelum turun di PON Jabar. Itu dikarenakan, mereka tidak ingin strategi yang disusun bocor ke tangan lawan. “Hampir semua provinsi ingin uji coba dengan kami. Tapi demi menjaga strategi, kami tidak bisa menerima tawaran itu,” sambung mantan pelatih pelatnas pencak silat Indonesia tersebut.

Pada PON sebelumnya di Riau 2012, tim pencak silat Jateng gagal menggondol satu pun medali emas. Padahal, tim ini mengirimkan tujuh wakil di babak final. Indro menyatakan tim Jateng mencoba melupakan hasil dramatis empat tahun lalu agar bisa fokus menatap PON di Jawa Barat tahun ini.

“Di Riau itu masalahnya adalah masalah nonteknis [penjurian]. Jadi sudah lupakan yang lalu. Konsentrasi saja untuk nanti. Semoga saja PON kali ini bisa mendapat paling tidak tiga emas,” ungkap Indro.

Puluhan pesilat Jateng saat ini menjalani pemusatan latihan di Padepokan Pencak Silat Jateng di Kartasura, Sukoharjo. Sebagian memilih menempati bekas kamp Pusat Pendidilan dan Latihan Pelajar (PPLP) Pencak Silat Jateng di Gajahan, Colomadu, Karanganyar. Selain latihan teknik di Padepokan, mereka rutin menggenjot stamina dengan latihan fisik di Stadion Sriwedari, Solo.

Sejumlah atlet pun berambisi menggondol medali emas. Salah satunya, Linggar Jati Nugraha yang akan turun di kategori seni gerak pada nomor tunggal putra. Pada PON sebelumnya, atlet asal Kudus itu meraih medali perak. “Di PON Riau saya sampai final, namun kalah dari pesilat asal Bali di partai pamungkas itu. Ya semoga saya nanti di PON tahun ini bisa meraih emas,” jelas Linggar saat ditemui Solopos.com, di Padepokan Pencak Silat Jateng di Kartasura, Selasa.

LOWONGAN PEKERJAAN
SUPERVISOR JAHIT & PENJAHIT HALUS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…