Logo KPI
Kamis, 7 April 2016 18:45 WIB Septina Arifiani/JIBI/Solopos.com TV Plus Share :

PERINGATAN KPI
8 Hal Ini Dilarang Tayang Saat Ramadan

Peringatan KPI ditujukan kepada semua stasiun televisi saat Bulan Ramadan.

Solopos.com, JAKARTA – Menjelang datangnya Bulan Ramadan yang datang tiga bulan lagi, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat mengedarkan delapan larangan yang harus ditaati oleh seluruh stasiun televisi di Indonesia.

Surat edaran itu dirilis pada 23 Maret 2016 saat acara Sarasehan Penyamaan Pandangan Siaran Ramadhan 2016. Di acara tersebut, KPI mengundang semua lembaga penyiaran. Dilansir di situs resmi KPI, Selasa (5/4/2016), berikut delapan larangan yang harus ditaati stasiun televisi saat Bulan Ramadan:

1.Candaan atau perilaku kasar dan/atau merendahkan martabat manusia, termasuk di dalamnya adegan melempar bahan-bahan ke wajah dan/atau bagian tubuh seseorang, menyemburkan makanan dan/atau minuman dari mulut ke wajah orang lain;
2. Menyiarkan konflik atau mengadu orang serta secara provokatif dan eksplisit mengungkapkan aib/kerahasiaan seseorang;
3. Materi agama yang berisi muatan yang mempertentangkan pandangan, paham ataupun keyakinan (khilafiyah), baik didalam maupun antar agama tertentu.
4. Menayangkan siaran yang bermuatan mistik, horor, dan supranatural yang menimbulkan ketakutan dan kengerian pada khayalak
5. Menyisipkan iklan niaga pada saat azan
6. Adegan-adegan yang seronok dan vulgar atau yang mengarah kepada hubungan seks atau keintiman pria dan wanita;
7. Pakaian minim dan/atau goyangan erotis yang mengeksploitasi bagian tubuh tertentu; serta
8. Muatan lainnya yang tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.

 

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…