Ilustrasi nelayan. (JIBI/Harian Jogja/Antara) Ilustrasi nelayan. (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Kamis, 7 April 2016 06:40 WIB Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

PERIKANAN LAUT
Sepi Tangkapan dan Isu Badai Besar, Nelayan Sadeng Waswas

Beberapa bulan terakhir sejumlah nelayan di Pantai sadeng, Kecamatan Girisubo mengaku sepinya hasil tangkapan ikan mereka.

 

 

Solopos.com, GIRISUBO-Beberapa bulan terakhir sejumlah nelayan di Pantai sadeng, Kecamatan Girisubo mengaku sepinya hasil tangkapan ikan mereka. Akhirnya beberapa nelayan memutuskan untuk melaut hingga ke Pacitan.

Hal tersebut diungkapkan oleh ketua kelompok nelayan pantai Sadeng, Sarpan. Ia mengungkapkan meskipun saat ini hasil tangkapan ikan mencapai hitungan ton, namun hal tersebut masih dapat dikatakan hasil yang sedikit. Sehingga
mau tak mau harus melaut hingga keluar Gunungkidul.

“Sekarang masih sepi tangkapan ikannya. Nanti puncaknya panen baru terjadi bulan Juli-Agustus,” kata dia, Selasa (5/4/2016).

Sarpan melanjutkan, ada beberapa kekhawatiran yang dialami nelayan Sadeng. Selain sepinya tangkapan ikan, saat ini nelayan juga sedang merasa was-was sebab mendengar kabar bahwa perairan Gunungkidul akan diterjang badai besar pada mingg-minggu ini, sehingga nelayan merasa khawatir untuk pergi melaut.

“Katanya mau ada badai besar, ya nelayan jadinya was-was. Semoga tidak benar-benar terjadi,” kata dia lagi.

Pihaknya menngungkapkan kekhawatirantersebut sudah menjadi hal yang biasa bagi nelayan. Namun, ia mengatakan pemerintah tak lepas tangan begitu saja terhadap kehidupan nelayan di Sadeng. Ia mengungkapkan sering mengadakan komunikasi dengan pihak dinas kelautan dan perikanan Gunungkidul terkait dengan kebutuhan nelayan di panatai yang sekaligus menjadi pelabuhan tersebut.

Ada beberapa bantuan yang rencananya akan diberikan oleh pemerintah dalam beberapa waktu dekat ini, antara lain pembangunan gudang dan toko sembako di Pantai sadeng. Ia berharap pemerintah dapat terus memperhatikan kesejahteraan nelayan di Pantai sadeng.

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…