Pengguna jalan berlalu lalang di sekitar proyek peninggian Jl. Ahmad Yani tepatnya di depan Terminal Tirtonadi, Kamis (7/4/2016). Peninggian jalan tersebut dinilai bukan solusi mengurangi genangan di sekitar kawasan. (Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos)
Kamis, 7 April 2016 19:15 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos Solo Share :

PERBAIKAN JALAN SOLO
Perbaikan Jl. Ahmad Yani Dinilai Muspra

Perbaikan Jalan Solo di Jl. Ahmad Yani dinilai sia-sia.

Solopos.com, SOLO–Proyek peninggian Jl. Ahmad Yani tepatnya di depan Terminal Tirtonadi dinilai sia-sia lantaran tak dibarengi perbaikan drainase. Tanpa pembenahan saluran air, genangan diyakini masih akan muncul sehingga merusak kondisi jalan.

Pantauan Solopos.com, Kamis (7/4/2016), jalur sekitar 300 meter di depan terminal mulai diaspal ulang. Proyek bersumber APBN itu berjalan beberapa pekan terakhir. Menurut Ketua Komisi II DPRD, Y.F. Sukasno, peninggian jalan tersebut berpotensi muspra karena tidak dibarengi pembuatan saluran air di sekitar kawasan. Hal itu dibuktikan dengan masih adanya genangan setelah pengaspalan.

“Genangan yang dulunya muncul di tepi jalan kini pindah ke tengah,” ujarnya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya.

Sukasno mengatakan akar masalah genangan di depan terminal bukan karena jalan lebih rendah atau tidak rata, melainkan karena nihilnya drainase di kawasan tersebut. Dia menyebut pembangunan taman dan trotoar di depan terminal tidak memertimbangkan pembuangan air sehingga genangan berhenti di jalan.

“Inlet (lubang air) yang ada di bawah bangunan itu cuma aksesori, wong saluran drainasenya tidak dibikin,” tutur politikus PDI Perjuangan (PDIP) tersebut.

Dia memertanyakan sejauh mana koordinasi pelaksana proyek dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Solo selaku SKPD teknis di wilayah kota. Meski proyek dikerjakan pusat atau provinsi, Sukasno menilai mestinya ada komunikasi dengan kota sehingga proyek pembangunan dapat berjalan optimal. “Kalau ada komunikasi, kami yakin DPU bisa memberi masukan soal pembenahan jalur depan terminal,” kata dia.

Sekretaris Komisi II, Supriyanto, menyayangkan minimnya koordinasi antarpemerintah dalam sejumlah proyek pembangunan. Menurut politikus Partai Demokrat ini, bukan kali ini saja ada miskomunikasi terkait pelaksanaan proyek. “Kami lihat masih ada ego sektoral sehingga mengorbankan proyek di lapangan,” ujarnya.

Supriyanto mengatakan peninggian jalan depan Terminal Tirtonadi bersumber dari APBN. Selama ini jalur tersebut sering dipenuhi genangan selepas hujan. “Saya kira problem memang di drainasenya. Genangan di sana baru bisa surut setelah berjam-jam,” ujar Sujono, warga sekitar.

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Vaksinasi dan Herd Immunity

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (16/12/2017). Esai ini karya Riris Andono Ahmad, Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Solopos.com, SOLO–Heboh outbreak penyakit difteri dan rendahnya cakupan imunisasi karena penolakan kelompok anti vaksin menimbulkan keresahan…