Petugas kebersihan memilah sampah plastik di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Jurug, Jebres, Solo, Rabu (6/4/2016). Pemkot Solo akan menutup TPS Jurug pada tahun ini untuk pelaksanaan program penataan lingkungan. (Ivanovich Aldino/JIBI/Solopos)
Kamis, 7 April 2016 07:30 WIB Indah Septiyaning W/JIBI/Solopos Solo Share :

PENGELOLAAN SAMPAH SOLO
Inilah 5 TPS yang Disisakan Pemkot

Pengelolaan sampah Solo, Pemkot Solo menyisakan lima TPS untuk penanganan sampah.

Solopos.com, SOLO–Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Solo akan menutup tiga tempat pembuangan sampah (TPS) pada tahun ini. Sebagai pengganti TPS ditutup, Pemkot menyediakan mobil sampah.

Saat ini, jumlah TPS di Kota Bengawan tinggal delapan dari total 58 TPS. DKP hanya akan menyisakan lima TPS. Kepala DKP Hasta Gunawan menyebutkan delapan TPS saat ini masih ada di antaranya TPS Jurug, TPS Kedungtungkul Kelurahan Mojosongo, TPS lapangan Mojosongo, TPS Bonoloyo Kelurahan Kadipiro, TPS Kerten, TPS Transito Kelurahan Pajang, TPS Norowangsan Kelurahan Pajang, dan TPS kecil di Kadipiro.

“Kita akan sisakan lima, yakni TPS lapangan Mojosongo, TPS Bonoloyo, TPS Norowangsan, TPS Transito dan TPS Jurug. Kalau untuk Jurug nantinya akan kita siapkan container. Tiga TPS lainnya kita tutup,” kata Hasta ketika dijumpai wartawan di Balai Kota, Rabu (6/4/2016).

Hasta mengatakan lima TPS tetap dipertahankan untuk difungsikan menampung sampah darurat, seperti sampah ranting pohon tumbang akibat terjangan puting beliung. Biasanya, Hasta mengatakan sampah tersebut baru diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) pada keesokan harinya. Dengan kondisi ini tidak seluruh TPS konvensional ditutup, melainkan tetap mempertahankan beberapa TPS tersebut.

Hasta mengatakan penutupan TPS sudah dikerjakan Pemkot sejak dua tahun lalu. Penutupan TPS sebagai upaya penataan pengelolaan sampah. Selain itu, Hasta mengatakan penutupan TPS konvensional dilakukan untuk mengatasi persoalan tumpukan sampah di TPS. Apalagi di beberapa lokasi, tumpukan sampah TPS meluber hingga ke badan jalan. Sehingga diperlukan penutupan TPS dan menggantinya dengan mobil sampah.

“Jadi sampah tidak nginep. Setiap hari akan kita angkut,” katanya.

Saat ini, Hasta mengatakan DKP memiliki 78 truk kecil dan 25 truk besar untuk armada pengangkutan sampah. Rencananya DKP menambah sepuluh truk lagi untuk mengoptimalkan pengangkutan sampah. Apalagi dengan penambahan penutupan TPS konvensional, yang harus segera digantikan dengan mobil sampah.

“Persoalan sampah masih menjadi PR kita. Penyelesaian sampah di wilayah sudah kita tangani penutupan TPS dan menggantinya dengan TPS mobile, sedangkan yang tingkat TPA segera dikerjakan pengelolaan sampah menjadi energi listrik,” kata Hasta.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan terus menyelesaikan persoalan sampah di Kota Solo. Sampah menjadi persoalan serius yang harus segera ditangani bersama dari tingkat hilir hingga ke hulu. Rudy sapaan akrabnya mengatakan nantinya, tidak ada lagi TPS di pinggir jalan. Sampah dari warga, akan dikumpulkan di TPS mobile, lalu diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo.

“Lahan bekas TPS konvensional, selanjutnya dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau,” katanya.

LOWONGAN PEKERJAAN
SMK MUHAMMADIYAH 04 BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Populisme APBN 2018

Gagasan ini ini dimuat Harian Solopso edisi Rabu (15/11/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Pemerintah dan DPR telah menyepakati RAPBN 2018 menjadi APBN 2018. Beberapa…