Bahan peledak yang ditemukan di rumah Siswanto, 30, warga Dukuh Kaligawe, RT 002/RW 006, Desa Sawahan, Juwiring, ditempatkan di teras rumah sebelum dibawa tim Jihandak Brimob Subden 1 Detasemen C Pelopor, Sukoharjo, Kamis (7/4/2016). (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)
Kamis, 7 April 2016 21:40 WIB Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos Klaten Share :

PENEMUAN AMUNISI KLATEN
Bikin Septic Tank, Warga Temukan 25 Bahan Peledak

Penemuan amunisi Klaten itu terjadi di Desa Sawahan, Juwiring.

Solopos.com, KLATEN–Sebanyak 25 bahan peledak berbagai jenis ditemukan di belakang rumah salah satu warga Dukuh Kaligawe, RT 002/RW 006, Desa Sawahan, Juwiring. Bahan peledak yang masih aktif itu diduga peninggalan pejuang kemerdekaan.

Bahan peledak kali pertama ditemukan penghuni rumah, Siswanto, 30, bersama kakaknya bernama Agus, saat menggali tanah guna membuat septic tank, Rabu (6/4/2016) sekitar pukul 10.30 WIB. Bahan peledak ditemukan pada kedalaman sekitar 50 sentimeter. Siswanto awalnya mengira benda yang berada di dalam tanah merupakan kayu.

“Tetapi setelah saya gali terus ternyata panjang dan ujungnya bulat [mortir]. Bendanya itu berjajar,” jelas Siswanto saat ditemui di rumahnya, Kamis (7/4/2016).

Melihat benda itu, Siswanto panik dan mengubur kembali bahan peledak yang ditemukan dengan tanah. Pada Kamis pagi, penemuan bahan peledak itu dilaporkan ke Koramil Pedan. “Kamis sekitar pukul 08.00 WIB yang punya rumah melaporkan ke Koramil Pedan dan diteruskan ke Koramil Juwiring. Kemudian saya dikontak Babinsa Juwiring untuk mendatangi lokasi,” jelas Kadus I Desa Sawahan, Sukamto.

Sukamto mengatakan laporan awal bahan peledak yang ditemukan sebanyak 13 unit. Benda-benda itu dalam kondisi berkarat lantaran lama tertimbun tanah.

Mendapat laporan tersebut, pada Kamis aparat kepolisian serta TNI mendatangi lokasi. Guna mengamankan lokasi, aparat memasang garis polisi di rumah Siswanto.

Dari hasil penggalian kembali yang dilakukan tim penjinak bahan peledak (Jihandak) Brimob Subden 1 Detasemen C Pelopor, Sukoharjo, total bahan peledak yang ditemukan sebanyak 25 unit. Bahan peledak itu terdiri atas 15 mortir, tujuh granat, dua ranjau darat, dan satu proyektil roket. Seluruh bahan peledak yang ditemukan dalam kondisi aktif meskipun sudah berkarat.
“Untuk granat hampir 50 persen tidak aktif. Tetapi, semuanya masih berbahaya, apalagi untuk mortir tidak ada kedaluwarsanya,” jelas Ketua Tim Jihandak Subden 1 Detasemen C Pelopor, Ipda Maruto.

Maruto mengatakan Siswanto merupakan generasi keempat yang menempati rumah tersebut. Bahan peledak yang ditemukan diperkirakan peninggalan para pejuang kemerdekaan.

Berdasarkan keterangan warga setempat, rumah yang saat ini ditempati Siswanto pada Perang Dunia II merupakan markas pejuang. Para pejuang menguburkan bahan peledak guna menghindari benda-benda itu dirampas tentara Belanda. “Mungkin takut kalau ketahuan Belanda diambil untuk dimanfaatkan. Oleh pejuang kemudian ditanam dan disembunyikan agar suatu saat bisa digunakan. Ini masih aktif dan berbahaya semua. Selanjutnya akan kami bawa ke markas kemudian dihancurkan,” jelas Maruto.

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…