Warga duduk beristirahat di kawasan taman kota di sisi selatan Jl. Slamet Riyadi, Solo, Kamis (17/3/2016). Tanaman perdu di taman kota sisi selatan jalan tersebut akan dibongkar dan diganti dengan model pot karena sering rusak terinjak oknum yang kurang bertanggung jawab. (Ivanovich Aldino/JIBI/Solopos)
Kamis, 7 April 2016 08:30 WIB Indah Septiyaning W/JIBI/Solopos Solo Share :

TAMAN KOTA SOLO
Pembongkaran Taman Jl. Slamet Riyadi Jalan Terus

Penataan taman Kota Solo, Pemkot tetap meneruskan rencana pembongkaran taman sisi selatan Jl. Slamet Riyadi.

Solopos.com, SOLO–Rencana pembongkaran untuk penataan ulang taman sisi selatan Jalan Slamet Riyadi jalan terus. Pemkot segera menyusun detail engineering design (DED) rencana tersebut.

Rencananya, proyek penataan ulang taman Jl. Slamet Riyadi dikerjakan mulai tahun depan. Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo menilai penataan ulang taman di jantung kota mendesak dilaksanakan. Penataan tersebut untuk mempercantik wajah Kota Solo.

“Taman nanti kita tata ulang, dan tidak semua tanaman perdu dipindah ke pot. Tidak ada pohon juga yang akan kita pangkas,” kata Rudy sapaan akrabnya ketika dijumpai wartawan di Balai Kota, Rabu (6/4/2016).

Konsep penataan taman, Rudy menjelaskan ketinggian taman tidak akan jauh berbeda dengan jalan raya Slamet Riyadi. Sedangkan kondisi saat ini, keberadaan taman lebih tinggi dari kondisi jalan raya. Selain itu kondisi taman tidak tertata rapi. Beberapa tanaman rusak karena terinjak-injak, sehingga diperlukan penataan ulang. “Kondisi taman yang semrawut dan remang-remang kalau malam sering digunakan tempat pacaran. Lah nanti kita tata lagi, biar city walk ya sesuai fungsinya untuk pejalan kaki seperti di luar negeri,” katanya.

Rudy menilai keresahan sejumlah kalangan dengan rencana penataan ulang taman Jl. Slamet Riyadi sangat berlebihan. Apalagi ada pihak yang sampai melayangkan somasi kepadanya terkait rencana penataan taman tersebut. Rudy menegaskan bahwa nantinya tidak akan ada pemangkasan pohon, pihaknya justru ingin mempercantik taman di Jl. Slamet Riyadi. Taman akan ditata dengan sentuhan artistik penataan tanaman yang baik, sehingga menambah daya tarik keindahan Kota Bengawan.

“Wong belum dibongkar dan belum dikerjakan kok sudah disomasi. Sudah ribut sana sini. Nanti kalau sudah ditata lak heran, ternyata lebih baik dari sekarang,” tuturnya.

Rudy mengatakan segera menyusun DED rencana penataan taman Jl. Slamet Riyadi. Rudy menargetkan penataan ulang taman sisi selatan Jl. Slamet Riyadi dikerjakan tahun depan. Hal ini sejalan dengan penataan city walk yang tengah dikerjakan Pemkot. Dikatakan Rudy, penataan dikerjakan dengan tahapan awal perbaikan drainase city walk dari Purwosari hingga Gendengan.
“City walk kita bongkar dan drainase yang dibawahnya akan dilebarkan. Jadi nanti penataan taman sejalan dengan penataan city walk,” katanya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Endah Sitaresmi Suryandari mengatakan drainase city walk akan dilebarkan menjadi dua meter. Saat ini lebar drainase sekitar 80 sentimeter, sehingga daya tampung air tak maksimal. “Ke depan lebarnya akan ditambah 1,5 meter,” kata Sita sapaan akrabnya.

Menurut Sita, daya tampung drainase berkurang lantaran tingginya sedimentasi drainase tersebut. Karena itu, Sita menilai diperlukan pembenahan drainase city walk agar memaksimalkan daya tampung drainase. Sita mengatakan DED proyek drainase city walk tengah disusun DPU. Tahun ini, Sita mengatakan Pemkot menerima kucuran anggaran dari Pemerintah Pusat senilai Rp3 miliar untuk normalisasi drainase city walk.

“Pembenahan drainase dilakukan bertahap dari Purwosari sampai Sriwedari,” katanya.

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…