Seorang warga sedang beraktivitas di lokasi pembangunan monumen gempa bumi, Desa Cepokosawit, Kecamatan Sawit, Boyolali, Rabu (7/4/2016). (Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos)
Kamis, 7 April 2016 15:10 WIB Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos Boyolali Share :

PEMBANGUNAN DESA
Monumen Gempa Bumi Dibangun di Cepokosawit

Pembangunan Desa Cepokosawit salah satunya mendirikan monumen gempa.

Solopos.com, BOYOLALI — Pemerintah Desa (Pemdes) Cepokosawit, Kecamatan Sawit, Boyolali, membangun monumen gempa bumi yang akan menjadi pengingat bencana alam besar sepuluh tahun silam, yakni gempa bumi Jogja dan Jateng.

Monumen dibangun di lokasi situs Mbah Gajah desa setempat, dengan anggaran senilai Rp225 juta. Saat ini, beberapa pekerja masih menyelesaikan pembangunan monumen tersebut. Kades Cepokosawit, Slamet Raharjo, menjelaskan monumen gempa bumi akan diresmikan 27 Mei mendatang bersamaan dengan peringatan 10 tahun gempa Jogja dan Jateng.

Monumen itu akan menjadi pengingat bagi warga Cepokosawit bahwa pernah terjadi bencana besar yang meluluhlantakan kawasan tersebut.

Selain monumen gempa bumi, Pemdes Cepokosawit juga akan membangun museum mini di dekat monumen. Museum itu akan diisi dengan berbagai memori soal bencana salah satunya kliping koran yang berisi tentang bencana tersebut.

“Harapannya, monumen itu bisa diresmikan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, atau Bupati Seno Samodro,” kata Slamet, saat berbincang dengan wartawan, Rabu (7/4/2016).

Saat gempa terjadi, wilayah Cepokosawit mengalami kerusakan berat. Sedikitnya 90% bangunan rusak dan saat itu ada dua warga yang meninggal dunia. Saat ini, warga Cepokosawit telah bangkit dari bencana mereka membangun kembali ekonomi desa dengan pertanian, perikanan, dan peternakan. Sebagian besar warga juga sudah pulih dari trauma bencana.

“Secara umum sudah tidak ada trauma di masyarakat Cepokosawit. Meskipun saat ini ada dua warga kami yang memakai kursi roda karena luka saat bencana dulu,” tambah dia.

 

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.MICROVISION INDONESIA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…