Tempat parkir gedung di jalan Abu Bakar Ali mulai ditempati untuk parkir sepeda motor yang akan menuju Jalan Malioboro, Senin (4/4/2016). (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja) Tempat parkir gedung di jalan Abu Bakar Ali mulai ditempati untuk parkir sepeda motor yang akan menuju Jalan Malioboro, Senin (4/4/2016). (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 7 April 2016 22:55 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

PARKIR MALIOBORO
Jukir ABA Bingung Nasib Setelah Dua Bulan

Parkir Malioboro, jukir pertanyakan masa depan

Solopos.com, JOGJA-Juru parkir kendaraan roda dua di Taman Parkir Abu Bakar Ali (ABA) mengeluh pendapatan tidak sesuai harapan. Para jukir yang sebelumnya mengelola parkir di sisi Timur Malioboro ini mempertanyakan nasibnya setelah dua bulan nanti.

“Sekarang kami masih mendapatkan uang kompensasi selama dua bulan kedepan, setelah dua bulan nanti bagaimana?” ucap Ngadino, salah satu jukir ABA, Kamis (7/4/2016).

Semua jukir kendaraan roda dua yang mengelola ABA merupakan pindahan dari sisi timur Malioboro sejak Senin (4/4/2016). Mereka direlokasi karena adanya penataan kawasan Malioboro. Rencananya sisi timur Malioboro akan dibuat plasa pesestrian demi kenyamanan pejalan kaki.

Ngadino mengungkapkan pendapatannya di ABA pada hari pertama menempati ABA hanya Rp34.000, kemudian hari kedua Rp24.000, hari ketiga Rp27.000. Menurutnya pendapatan itu rata yang diperoleh semua jukir motor di ABA karena penghasilan parkir dikumpulkan bersama supaya tidak saling iri.

Jukir masih lega selama dua bulan ke depan karena masih mendapat pendapatan penghasilan sebesar Rp50.000 per hari selama dua bulan kedepan. Namun pendapatan itu diakui Ngadino masih jauh jika dibandingkan dengan pendapatannya saat mengelola parkir depan Pasar Tradisional Bringharjo.

“Kalau di Bringharjo pendapatan bersih saya Rp100.000-150.000,” ujar Ngadino.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.ARTABOGA CEMERLANG, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…