Deretan sepeda motor tertata rapi di depan rumah di kawasan belakang Jalan Malioboro. (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja) Deretan sepeda motor tertata rapi di depan rumah di kawasan belakang Jalan Malioboro. (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 7 April 2016 16:20 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

PARKIR MALIOBORO
Dishub Ancam Cabut Izin Parkir di Sirip Malioboro

Parkir Malioboro kini muncul di sirip sekitar jalan tersebut

Solopos.com, JOGJA-Dinas Perhubungan Kota Jogja mewanti-wanti semua pengelola parkir roda empat di sepanjang jalan sirip Malioboro untuk tidak mengelola parkir kendaraan roda dua di kawasan tersebut.

“Kalau kami temukan ada pengelola parkir roda dua kami cabut surat tugasnya,” kata Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Jogja, Purnomo Rahardjo saat dihubungi Rabu (6/4/2016).

Purnomo mengatakan dalam penertiban parkir ilegal di sejumlah jalan sirip Malioboro, Selasa (5/4/2016) menemuka dua jukir mobil, namun juga mengelola parkir motor. Sampai saat ini Dinas Perhubungan Kota Jogja tidak pernah mengeluarkan surat tugas jukir untuk kendaraan roda dua di sepanjang sirip Malioboro, kecuali parkir roda empat.

Ia mengaku sudah mengumpulkan 30 jukir di sirip Malioboro untuk mentaati aturan sekaligus menjadi pemantau jika terdapat pengelola parkir roda dua agar melaporkan secepatnya. Hal itu sebagai upaya mendukung relokasi jukir Malioboro ke Taman Parkir Abu Bakar Ali (ABA).

Selama sepekan ke depan, setiap hari, Dinas Perhubungan bersama Kepolisian Resort Kota Jogja akan terus merazia parkir motor di sepanjang tepi jalan umum sirip Malioboro. Purnomo mengatakan pihaknya juga akan menertibkan parkir di persil pribadi yang meluber sampai tepi jalan seperti di Jalan Ketandan.

Beberapa jalan sirip Malioboro adalah Jalan Sosrowijayan, Jalan Dagen, Jalan Pajegsan, Jalan Perwakilan, Jalan Beskalan, Jalan Reksobayan, Jalan Suryatmajan, Jalan Ketandan, Jalan Pabringan.

Purnomo mengaku masih ada pengunjung dan karyawan toko di Malioboro yang parkir di sirip Malioboro, terutama para pedagang kaki lima (PKL) “Pelan-pelan kita tertibkan karena ini masih dalam tahap pembiasaan, tidak bisa sekaligus,” ucap Purnomo.

Ketua Paguyuban Petugas Parkir Kota Jogja, Hanarto mengapresiasi ketegasan dari Dinas Perhubungan dalam menertibkan parkir motor ilegal di sirip Malioboro. Karena menurutnya, sampai hari ketiga operasionalnya Taman Parkir ABA lantai I dan II belum terlalu banyak.

“Masih setengahnya, itu pun kebanyakan pengunjung Malioboro,” kata dia. Belum banyak pedagang dan karyawan Malioboro yang memarkir motornya di ABA.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…