Menghitung Uang Pecahan Rp100.000 (Dok/JIBI/Bisnis)
Kamis, 7 April 2016 16:35 WIB Aprianto Cahyo Nugroho/Renat Sofie Andriani/JIBI/Bisnis Ekonomi Share :

KURS RUPIAH
Harga Minyak Naik, Rupiah Ditutup Menguat 75 Poin

Kurs rupiah ditutup menguat hari ini seiring kenaikan harga minyak dunia dan rilis data cadangan devisa Indonesia.

Solopos.com, JAKARTA — Kurs rupiah akhirnya menguat di pasar spot hari ini, Kamis (7/4/2016). Rupiah ditutup di level Rp13.163/dolar AS atau menguat 75 poin (0,57%). Hal ini seiring naiknya harga minyak dunia dan data cadangan devisa Indonesia.

Pagi ini, nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,39% atau 51 poin ke level Rp13.187 per dolar AS pada awal perdagangan hari ini. Selanjutnya, rupiah menguat 0,37% atau 49 poin ke Rp13.189 per dolar AS. Penguatan rupiah pagi ini terjadi setelah mata uang Garuda itu melemah dalam tiga hari.

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta menilai adanya peluang penguatan rupiah melihat harga minyak yang naik cukup tajam. Rilis data persediaan minyak AS yang turun berhasil mendorong harga minyak Brent untuk naik 4% dini hari tadi.

“Cadangan devisa yang diumumkan hari ini juga diperkirakan naik sehingga berpeluang menambah sentimen penguatan terhadap rupiah,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta dalam risetnya yang diterima hari ini, Kamis (7/4/2016).

Adapun dari pasar global, seperti yang diharapkan pasar, notulensi FOMC meeting dini hari tadi masih belum menunjukkan pertanda kenaikan Fed Fund Rate dalam waktu dekat. Merespons hal itu, indeks dolar AS turun walaupun hanya tipis.

Sementara itu, penguatan rupiah ini juga seiring penguatan harga minyak dunia. “Harga minyak di buka menguat pagi ini di harga US$37,76/barel, dan berimbas positif terhadap rupiah yang pagi ini juga di buka menguat di harga Rp13.187/US$,” kata Head of Fixed Income Division PT Indomitra Securities, Maximilianus Nico Demus. L, dalam risetnya yang diterima hari ini, Kamis (7/4/2016).

lowongan kerja
Harian Umum SOLOPOS Account Executive Toko Solopos, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Vaksinasi dan Herd Immunity

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (16/12/2017). Esai ini karya Riris Andono Ahmad, Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Solopos.com, SOLO–Heboh outbreak penyakit difteri dan rendahnya cakupan imunisasi karena penolakan kelompok anti vaksin menimbulkan keresahan…