Syifaul Arifin (Istimewa) Syifaul Arifin (Istimewa)
Kamis, 7 April 2016 10:00 WIB Kolom Share :

KOLOM
Narasi Tandingan Perang Melawan Terorisme

Kolom kali ini, Rabu (6/4/2016), ditulis jurnalis Solopos Syifaul Arifin.

Solopos.com, SOLO — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menjadi tempat mengadu Suratmi, istri Siyono. Siyono ditangkap Detasemen Khusus (Dennsus) 88 Polri dalam keadaan sehat namun dikembalikan kepada keluarga dalam kondisi tak bernyawa.

Atas persetujuan keluarga dan rekomendasi Komnas HAM, tim dokter Muhammadiyah didukung dokter forensik Polri mengautopsi jenazah Siyono di Brengkungan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Klaten, Minggu (3/4).

Dalam penjelasan awal, tim forensik menyebut ada luka luar akibat benda tumpul dan beberapa tulang patah (Solopos, 4/4). Hasil lengkap autopsi baru diketahui maksimal 10 hari lagi.

Versi polisi, Siyono memimpin Jemaah Islamiyah (JI) gaya baru. Saya tak hendak membahas benar tidaknya Siyono terlibat dalam jaringan terorisme sebagaimana yang disampaikan polisi.

Belakangan ini kekhawatiran dunia terhadap  terorisme meningkat. Perang melawan terorisme digalakkan di berbagai belahan dunia. Kekhawatiran sejenis juga melanda Indonesia. Bom di Jl. M.H. Thamrin, Jakarta, pada 14 Januari 2016 jadi penanda awal kasus terorisme pada tahun ini.

Kemudian bom di Brussels, Belgia, juga menimbulkan ketakutan global. Densus 88 adalah ujung tombak Polri dalam perang melawan terorisme. Pasukan yang memiliki lambang burung hantu itu memiliki dukungan tambahan tahun ini.

Pemerintah menyiapkan dana Rp1,9 triliun untuk pemberantasan terorisme oleh Densus 88. Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut B. Pandjaitan menyebut dana itu untuk peremajaan senjata dan alat intelijen, peralatan pendukung, tambahan gaji, pelatihan, dan asrama bagi personel Densus 88.

Dengan dukungan itu semestinya Densus menjadi makin profesional dan menunjukkan kinerja cemerlang. Kasus Siyono menjadikan citra Densus jatuh. Ada dua hal yang saya soroti, yakni kekerasan di luar hukum oleh aparatur negara (polisi) dan perlawanan masyarakat sipil terhadap aksi di luar hukum yang dilakukan aparatur negara. [Baca selanjutnya: Torture]

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…