Ilustrasi begal bersepeda motor (stormfront.org) Ilustrasi begal bersepeda motor (stormfront.org)
Kamis, 7 April 2016 06:55 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

BEGAL SLEMAN
Kasus Marak, Satgas Antiklithih Disiagakan

Begal Sleman kembali marak.

Solopos.com, SLEMAN – Setidaknya dua komplotan begal ditangkap setelah beberapakali beraksi dengan memepet, membacok lalu merampas barang korban. Polres Sleman membentuk satgas anti klithih yang memonitor komplotan pemotor selama 24 jam.

Komplotan begal yang ditangkap pertama adalah Bagas, 21, warga Gumuk VII RT01/RW26 Sidoarum, Godean, Sleman. Teman Bagas berinisial D kini masih diburu polisi. Komplotan satunya justru masih dibawah umur, mereka berinisial DD, 16, warga Tridadi Sleman, IM, 16, warga Moyudan, Sleman dan IL, 17, warga Triharjo, Sleman.

Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Sepuh Siregar menyampaikan dua komplotan ini tidak saling kenal. Namun wilayah operasi mereka justru sama, yaitu kawasan Jalan Magelang, Mlati, Ringroad Utara serta sejumlah lokasi seperti Ngaglik.

“Kami sudah kantongi identitas dari rekan tersangka [Bagas], sedang kami buru. Modusnya dia buntuti dengan korban yang cenderung lemah seperti perempuan,” ungkapnya, Rabu (6/4/2016).

Sedangkan untuk tiga tersangka yang masih di bawah umur, melakukan dua kali pembegalan di Jalan Magelang Km. 13 Sleman. Modusnya hampir sama seperti komplotan tersangka Bagas dengan dilakukan pada malam hari. Tetapi, untuk komplotan begal di bawah umur ini melakukan dua motor dengan tiga pelaku.

“Yang dibawah umur ini dua kali melakukan di kawasan Jalan Magelang Km. 13, secara acak juga asal bacok lalu dirampas di TKP sepi,” tegasnya.

Dalam dua kasus tersebut, pihaknya mengamankan tiga unit motor milik para pelaku, sebuah tas dan dompet milik korban. Serta barang milik korban sepertiempat ponsel, tiga lembar STNK dan belasan kartu nama dan kartu identitas milik para korban.

Kapolres Sleman AKBP Yulianto mengakui akhir-akhir ini marak terjadi aksi kriminalitas jalanan di Sleman. Oleh sebab itu, ia membentuk satgas antiklithih untuk melakukan antisipasi aksi kriminalitas jalanan. Mengingat ada kecenderungan, pelaku berawal dari orang-orang pemotor, satgas ini menyasar remaja yang tengah nongkrong di pinggir jalan. Secara konkret, satgas ini akan melakukan razia orang yang tengah nongkrong. Mereka yang mencurigakan akan langsung dilakukan sidik jari sekaligus diambil gambar foto. Tujuannya, agar jika terjadi kejahatan jalanan bisa menjadi referensi ungkap kasus.

“Dua hari yang lalu kami sudah razia di kawasan Maguwo, ada tiga orang yang kami sidik jari. Personel antiklithih ini akan bergerak pada jam-jam rawan dan lokasi rawan,” tegasnya.

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…