Siswa SMK Negeri 2 Solo mengerjakan soal menggunakan komputer saat mengikuti Ujian Nasional (UN) hari pertama berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT) di SMK Negeri 2 Solo, Senin (13/4). Pelaksanaan UN CBT untuk siswa SMA/SMK sederajat di Kota Solo pada hari pertama berjalan lancar tanpa ada gangguan tekhnis. Ilustrasi Ujian Nasional yang dilaksanakan dengan sistem computer based test atau Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). (JIBI/Solopos/Dok.)
Rabu, 6 April 2016 10:45 WIB Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos Klaten Share :

UJIAN NASIONAL 2016
24 Murid Tak Hadir, 18 Diantaranya Mengundurkan Diri

Ujian nasional (UN) 2016 di Klaten diwarnai puluhan siswa yang tak hadir.

Solopos.com, KLATEN – Sebanyak 24 murid tak mengikuti ujian nasional (UN) pada hari kedua atau Selasa (5/4). Dari jumlah itu, 18 murid mengundurkan diri.

Sebanyak 24 murid itu terdiri dari tiga murid peserta UN Berbasis Komputer (UNBK) serta 21 murid peserta ujian nasional berbasis kertas. Tiga murid peserta UNBK tak ikut ujian lantaran sakit serta tiga murid peserta ujian nasional berbasis kerta. Sementara, 18 murid yang dinyatakan mengundurkan diri merupakan peserta ujian nasional berbasis kertas.

Sekretaris Panitia UN Klaten, Lasa, mengatakan alasan belasan siswa mengundurkan diri beragam. Ada yang mundur lantaran sudah bekerja ada pula yang pindah domisili.

“Ada yang mendekati ujian pindah domisili ke luar Jawa karena mengikuti orang tua. Ada juga yang mundur tanpa keterangan,” jelas dia, Selasa sore.

Terkait murid yang mengundurkan diri, Lasa mengatakan sudah meminta pengelola sekolah mendatangi para murid dan meminta mereka tetap mengikuti UN.

“Kami juga minta agar dicari orang tuanya, sebisa mungkin diupayakan tetap mengikuti UN. Meski mengundurkan diri, mereka tetap diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian susulan,” ujar dia.

Ditemui sebelumnya, Kepala Disdik Klaten, Pantoro, mengatakan secara umum pelaksanaan UN hingga kini relatif lancar. Soal murid yang mengerjakan UN diluar sekolah, Pantoro menjelaskan hingga Selasa tak ada laporan terkait hal itu.

“Untuk yang mengerjakan di rumah sakit atau di lembaga pemasyarakatan tidak ada. Pada hari pertama memang ada beberapa yang izin dengan alasan beragam seperti karena sakit,” ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan rilis yang diterima solopos.com, Wakil Bupati (Wabup) Klaten, Sri Mulyani, memantau pelaksanaan UNBK di SMKN 1 Pedan serta SMAN 1 Cawas. Dalam kesempatan itu, wabup melakukan pemantauan UN dari luar ruang laboratorium komputer serta menanyakan kesiapan masing-masing sekolah menghadapi UNBK ketika terjadi pemadaman listrik. Masing-masing pengelola sekolah menyatakan antisipasi pemadaman listrik serta gangguan lain dilakukan dengan menyiapkan genset serta komputer cadangan.

 

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…