Ilustrasi petani tebu (Dok/JIBI/Bisnis) Ilustrasi petani tebu (Dok/JIBI/Bisnis)
Rabu, 6 April 2016 03:30 WIB Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos Ekonomi Share :

SWASEMBADA GULA
PTPN IX Konversi Tanaman Karet ke Tebu, Ini Alasannya

Swasembada gula, PTPN IX mulai mengganti tanaman karet dengan tebu.

Solopos.com, SOLO–PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX akan mengalihfungsikan ratusan hektare lahan tanaman karet ke tanaman tebu pada pertengahan tahun ini. Hal itu dilakukan untuk menggenjot produksi gula dalam negeri.

Direktur Keuangan PTPN IX, Herry Triyatno, mengaku memiliki lahan sekitar 32.000 hektar yang tersebar di sejumlah daerah. Dari jumlah tersebut sebagian besar ditanami oleh tanaman karet, kopi, teh, holtikultura, dan kayu-kayuan. Sedangkan, tanaman tebu hanya sekitar 165 hektar. PTPN IX akhirnya mengalihfungsikan sebagian lahan tanaman karet untuk ditanami tanaman tebu.

“Tanaman karet yang dikonversi adalah tanaman yang sudah tua, sehingga setelah diganti dengan tanaman tebu bisa lebih produktif,” ujarnya saat ditemui wartawan seusai menjadi pemateri dalam  Seminar Optimalisasi Pengawasan atas Kekayaan Negara yang Dipisahkan yang digelar oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Kusuma Sahid Prince Hotel (KSPH) Solo, Selasa (5/4/2016).

Konversi tersebut memang berisiko menurunkan pendapatan pada sektor produksi karet. Namun, hal itu harus dilakukan untuk membantu program pemerintah meningkatkan swasembada gula. Apalagi, harga karet di pasar dunia terus melorot dari 4 dolar AS per kilogram (kg) menjadi sekitar 1 dolar AS per kg.

“Sebenarnya kita juga tidak bisa menggantungkan perusahaan hanya pada satu jenis tanaman. Saat harga karet masih 2 dolar AS kami masih kaya, tetapi kalau sekarang hanya 1 dolar enggak  bisa hidup. Jika dibiarkan bisa rugi. Tujuan konversi ini juga untuk diversifikasi, sehingga kami punya protofolio agar pendapatan stabil,” paparnya.

Selain melakukan konversi, PTPN IX tahun ini menyewa 1.000 hektar lahan dari petani untuk ditanami tebu. Selama ini, PTPN IX baru mengandalkan tanaman tebu dari petani. Tercatat, ada sekitar 22.685 hektar lahan milik petani yang ditanami tebu.

Sementara, tahun lalu kapasitas produksi gula di delapan pabrik di wilayah PTPN IX sekitar 15.000 Ton Cane per Day (TCD). Diharapkan tahun ini bisa meningkat menjadi dua kali lipat. “Cara untuk menaikkan produksi gula tidak bisa serta merta. Kita menanam sekarang, tahun depan baru bisa digiling. Jadi, produksi tahun ini yang dimulai Mei adalah hasil tanam dari tahun lalu,” paparnya.

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…