Kiper muda PSS Sleman Syahrul Trisna saat latihan di Stadion Tridadi, Selasa (5/4/2016) sore. (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja) Kiper muda PSS Sleman Syahrul Trisna saat latihan di Stadion Tridadi, Selasa (5/4/2016) sore. (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 6 April 2016 17:20 WIB Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja Indonesia Share :

PSS SLEMAN
Agung Cedera, Saatnya Syahrul Trisna Tambah Jam Terbang

PSS Sleman berlatih dengan kiper Syahrul Trisna menyusul cedera yang dialami Agung Prasetya

Solopos.com, SLEMAN-Tiga hari sudah PSS Sleman harus menggelar latihan hanya dengan menggunakan satu kiper menyusul cederanya kiper utama Agung Prasetya.

Eks kiper PSIM Jogja dan Persis Solo itu hingga kini masih menjalani terapi untuk kesembuhan cedera engkel yang dialaminya saat latihan jelang laga uji coba kontra Persinga Ngawi pekan lalu.

Pelatih Fisik PSS Sleman Herwin Syahrudin mengakui, kondisi cedera engkel yang dialami Agung Prasetya sebenarnya terbilang tak begitu parah. Hanya saja, jika dipaksakan, hal itu justru bisa membahayakan karir sepakbola Agung Prasetya sendiri.

Oleh karena itulah, ia menyarankan agar Agung Prasetya diistirahatkan hingga cedera engkelnya bisa benar-benar sembuh. Terlebih dalam laga uji coba PSS Sleman yang dijadwalkan akan digelar Sabtu (9/4/2016) malam mendatang di Semarang.

Herwin menilai, selain bisa memulihkan kondisi cederanya itu, dengan mengistirahatkan Agung pun bisa memberikan kesempatan lebih kepada kiper muda Syahrul Trisna untuk tampil. “Bagaimanapun, Syahrul juga butuh jam terbang,” kata Herwin saat ditemui di sela latihan PSS Sleman, Selasa (5/4/2016) sore di Stadion Tridadi.

Meski begitu, pihaknya mengaku tetap akan memantau perkembangan cedera Agung tersebut. Dikabarkannya, saat ini Agung Prasetya untuk sementara tak berada di wisma pemain lantaran harus menjalani terapi secara rutin di Jogja International Hospital (JIH).

Terkait hal itu, Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro mengakui, pola latihan yang diterapkannya memang sedikit terganggu dengan absennya Agung Prasetya. Oleh karena itu, ia berharap cedera mantan rekan setimnya sewaktu berkostum PSIM Jogja itu bisa segera pulih. “Dari laporan yang saya terima, cederanya tak begitu parah kok,” kata Seto.

Dengan absennya Agung, ia pun berharap bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh kiper muda Syahrul Trisna untuk meningkatkan skillnya. Pasalnya, hanya bermodalkan dua orang kiper, maka di skuat PSS Sleman saat ini hanya menyisakan sosok Syahrul Trisna saja.

Inilah yang dimaksudkan Seto bahwa, skuat PSS Sleman masih membutuhkan pemain di beberapa posisi. Selain posisi striker, gelandang, dan bek tengah, ternyata pihaknyat juga membutuhkan sosok seorang kiper lagi. “Bagaimanapun Syahrul masih terlalu muda. Kami butuh kiper lagi,” katanya.

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…