Para pemandu karaoke (PK) di tempat hiburan malam di lokasi wisata Bandungan, Kabupaten Semarang, saat menjalani pemeriksaan dari petugas Direktorat Narkoba Polda Jateng, Rabu (30/3/2016) malam WIB. (Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com) Para pemandu karaoke (PK) di tempat hiburan malam di lokasi wisata Bandungan, Kabupaten Semarang, saat menjalani pemeriksaan dari petugas Direktorat Narkoba Polda Jateng, Rabu (30/3/2016) malam WIB. (Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com)
Rabu, 6 April 2016 18:50 WIB Imam Yudha S/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

PROSTITUSI DI UNGARAN
Bandungan Surga Dunia Malam

Prostitusi Bandungan dinilai meresahkan berbagai pihak.                                                

Solopos.com, UNGARAN – Bandungan, udara sejuk dan lereng Gunung Ungaran menjadi lokasi wisata andalan bagi warga kota yang ingin mencari sensasi sejuk dan dingin. Di balik itu, kawasan wisata Bandungan juga dikenal sebagai kawasan yang menyediakan bisnis esek-esek atau prostitusi di Kabupaten Semarang.

Bisnis itu memang tidak digelar secara terang-terangan. Namun, di kawasan itu berdiri tempat-tempat hiburan malam, seperti karaoke maupun diskotik, berikut tempat-tempat penginapan. Di tempat-tempat hiburan malam inilah transaksi bisnis esek-esek itu kerap terjadi.

Menurut pengakuan salah satu warga Kota Semarang, Agus Joko, di kawasan Bandungan, memang biasa digelar bisnis esek-esek. Bahkan, transaksi bisnis esek-esek itu juga kerap terjadi di luar tempat-tempat hiburan malam.

“Setahu saya kalau transaksi esek-esek di luar tempat hiburan malam biayanya jauh lebih murah, berkisar antara Rp150.000-Rp200.000. Tapi, kalau di tempat hiburan malam, biasanya jauh lebih mahal karena transaksi dilakukan dengan salah seorang PK [pemandu karaoke] yang bisa diajak begituan [bercinta],” tutur Agus kepada Semarangpos.com belum lama ini. 

 

Melihat perkembangan Bandung, kalangan DPR meminta Satpol PP menggelar razia pekerja seks komersial di kawasan itu.

lowongan peekrjaan
PT. Integra Karya Sentosa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…