Ilustrasi panen padi. (JIBI/Solopos/Antara/Siswowidodo) Ilustrasi panen padi. (JIBI/Solopos/Antara/Siswowidodo)
Rabu, 6 April 2016 21:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

PERTANIAN MADIUN
Tawarkan Gudang, Bupati Madiun Desak Bulog Serap Gabah Petani

Pertanian Madiun ini terkait penyerapan beras petani oleh Bulog.

Solopos.com, MADIUN – Kalangan petani di Kabupaten Madiun mengeluh lantaran Badan Urusan Logistik (Bulog) setempat terkesan enggan menyerap hasil panen padi mereka.

Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Madiun Suharno merasa kecewa dengan tidak terserapnya hasil panen petani. Ia mengaku tidak mengetaui alasan Bulog enggan membeli gabah petani.

“Para petani ingin Bulog menyerap gabah dan padi hasil panen bagaimanapun kondisinya. Sehingga harga gabah di petani tidak anjlok,” kata Suharno, baru-baru ini.

Ia menerangkan saat ini harga gabah panen di tingkat petani cukup bervariasi. Meski ada yang di atas harga pembelian pemerintah (HPP) yang mencapai Rp3.700 per kilogram, namun ada juga yang di bawahnya, yaitu di kisaran harga Rp3.200 hingga Rp3.500 per kilogram tergantung kondisi gabah.

Menanggapi keluhan itu, Bupati Madiun Muhtarom meminta Sub-Divre Bulog setempat membeli gabah dan padi milik petani guna mengejar target penyerapan beras yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Ini sesuai dengan arahan Bapak Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat berkunjung di wilayah Madiun dan Ngawi waktu lalu,” ujarnya kepada wartawan di Madiun, Selasa (5/4/2016).

Bupati menyatakan menerima keluhan para petani yang menyatakan Bulog enggan membeli gabah dan padi milik petani tanpa alasan jelas. Akibatnya, target serapan beras masih minim dan harga gabah di tingkat petani anjlok.

Menurut Muhtarom, untuk membantu proses penyerapan tersebut, Pemkab Madiun telah menyiapkan gudang yang dapat digunakan Bulog guna menampung gabah yang dibeli dari petani.

“Selain itu, jika Bulog kesulitan penjemuran gabah, Pemkab Madiun juga memiliki mesin pengering yang dapat digunakan untuk mengeringkan gabah. Asalkan, komitmen Bulog untuk menyerap gabah petani tetap berjalan,” kata dia.

Berdasarkan data Bulog Sub Divre IV Madiun, target serapan beras yang ditetapkan pemerintah tahun 2016 mencapai 60.000 ton. Serapan tersebut berasal dari gabah dan beras milik petani di wilayah kerja Bulog Madiun yang meliputi Kabupaten Ngawi, Kabupaten Madiun, dan Kota Madiun.

Sejauh ini, Bulog telah menyerap sebanyak 1.850 ton gabah kering giling atau sekitar 2 persen dari target dan penyerapan itu masih terus berlangsung hingga akhir tahun.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Madiun, Muhammad Najib, menyatakan, minimnya penyerapan beras yang dilakukan Bulog karena terkendala persyaratan yang harus dipenuhi sebelum membeli gabah milik petani.

“Sehingga tidak semua gabah dapat terserap. Padahal sisi lain, Bulog memiliki target serapan yang harus dipenuhi guna mendukung stok pangan nasional,” kata Najib.

 

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…