Pedagang berbagai bumbu, Susanto, 63, menata telur dagangannya di los sisi selatan lantai I Pasar Ir. Soekarno, Minggu (1/3/2015). Ratusan los bagian tersebut belum ditempati pedagang. (Rudi Hartono/JIBI/Solopos) Pedagang berbagai bumbu, Susanto, 63, menata telur dagangannya di los sisi selatan lantai I Pasar Ir. Soekarno, Minggu (1/3/2015). Ratusan los bagian tersebut belum ditempati pedagang. (Rudi Hartono/JIBI/Solopos)
Rabu, 6 April 2016 06:40 WIB Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

PASAR IR SOEKARNO SUKOHARJO
Aksi Pencurian Marak, Pedagang Resah

Pasar Ir Soekarno Sukoharjo, dua pekan terakhir aksi pencurian marak di Pasar Ir Soekarno Sukoharjo

Solopos.com, SUKOHARJO–Aksi pencurian di sekitar Pasar Ir. Soekarno marak sejak dua pekan lalu. Hal ini membuat para pedagang resah lantaran pelaku pencurian berseliweran di area pasar.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Selasa (5/4/2016), para pelaku pencurian menyasar tas milik pedagang yang diletakkan di los pasar. Saat pedagang lengah, pelaku langsung beraksi mengambil tas milik pedagang yang berisi uang tunai. Pelaku menyamar sebagai pembeli dan berkeliling pasar untuk mencari pedagang yang tengah tertidur atau sibuk melayani pelanggan.

Seorang pedagang kelapa Pasar Ir. Soekarno, Siti Istiqomah, mengatakan tas miliknya hilang saat tengah melayani pelanggan pada Senin (4/4/2016) sekitar pukul 06.00 WIB. Tas warna cokelat itu berisi Kartu Tanda Penduduk (KTP), nota kuitansi dan uang tunai senilai Rp10 juta. Tas tersebut dikaitkan dalam galon air kemasan kosong saat melayani para pelanggan. “Posisi tas itu tepat di belakang saya saat melayani pembeli. Tahu-tahu sudah hilang,” kata dia, saat ditemui Solopos.com di Pasar Ir. Soekarno, Selasa.

Siti tak mengetahui ciri-ciri fisik pelaku yang mengambil tas miliknya lantaran sibuk melayani pembeli. Kala itu, ia baru saja menggelar barang dagangan di sisi utara pasar sekitar pukul 05.30 WIB. Dia mempunyai puluhan pelanggan setia yang selalu membeli kelapa dalam jumlah besar setiap hari.

Lantaran sibuk melayani pembeli, Siti tak menyadari pelaku mengambil tas miliknya. Saat hendak memasukkan uang hasil penjualan kelapa  Siti baru sadar tas miliknya telah berpindah tangan.

“Uang tunai di dalam tas hendak digunakan untuk kulakan. Saya juga tak tahu siapa yang mengambil tas karena sibuk melayani pembeli” papar dia.

Menurut dia, aksi pencurian itu kerap menimpa para pedagang yang berjualan di Pasar Ir. Soekarno. Biasanya, saat pedagang tidur terlelap, pelaku langsung beraksi dengan menggasak tas milik pedagang. Mereka beraksi hanya dalam hitungan detik dan langsung melarikan diri berbaur dengan pembeli lainnya di dalam pasar.

Hal ini sangat meresahkan para pedagang yang berjualan di pasar. Mereka harus lebih waspada saat sibuk melayani pembeli. “Sekarang tas saya simpan di bawah meja agar tidak hilang. Kami ingin kondisi pasar aman para pedagang dapat berjualan dengan nyaman,” papar dia.

Kejadian serupa dialami pedagang tempe, Nila, yang kehilangan tas berisi uang tunai senilai Rp5 juta. Saat kejadian, Nila tengah merapikan barang dagangan di los pasar. Tas miliknya diletakkan di bangunan los. Dia hanya beberapa menit merapikan ratusan tempe bungkus. Dia kaget bukan kepalang saat mendapati tas miliknya raib.

Lowongan Pekerjaan
CV SINDUNATA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…