Tempat parkir gedung di jalan Abu Bakar Ali mulai ditempati untuk parkir sepeda motor yang akan menuju Jalan Malioboro, Senin (4/4/2016). (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja) Tempat parkir gedung di jalan Abu Bakar Ali mulai ditempati untuk parkir sepeda motor yang akan menuju Jalan Malioboro, Senin (4/4/2016). (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 6 April 2016 05:20 WIB Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

PARKIR MALIOBORO
Sultan Kunjungi ABA, Ini Ide Baru yang Terlontar

Parkir Malioboro, muncul aneka gagasan untuk pengembangan ABA.

Solopos.com, JOGJA – Berbagai wacana dan usulan pengembangan gedung parkir muncul saat kunjungan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X ke gedung parkir Abu Bakar Ali (ABA) Selasa (5/4/2016). Salah satunya membentuk koperasi jukir dan perluasan area parkir.

Sultan mengatakan keberadaan koperasi jukir dinilai dapat memaksimalkan potensi para jukir yang sekarang menempati gedung parkir ABA. Pasalnya dalam pengelolaan parkir itu kota juga ditargetkan bisa menuai keuntungan berupa Pendapatan Asli Daerah (PAD).  Keberadaan koperasi yang dikelola jukir pun menurutnya bisa mempermudah Pemkot dalam  berkoordinasi dengan para jukir.

“Kalau ada koperasi maka bisa  menaikkan harga tiket sesuai peraturan, kalau harga tiket naik kan para jukir bisa dapat bonus dan lebih sejahtera dari sebelumnya,” kata Sultan.

Sejauh ini Sultan menilai kondisi di ABA sudah cukup memuaskan. Meskipun demikian Pemda DIY masih membutuhkan lebih banyak ruang untuk areal parkir baru.

Sultan memperkirakan dibutuhkan areal parkir seluas lebih dari 30.000 meter persegi untuk menampung lonjakan jumlah kendaraan di sekitar Malioboro terutama pada musim liburan. Beberapa wilayah pun sudah menjadi incaran Pemda untuk mengembangkan areal parkir baru, termasuk di area Bong Suwung dan Eks UPN di Ketandan.

“Sekarang kan baru dua, di Ngabean dan Abu Bakar Ali, selanjutnya silakan Pemkot Jogja berkomunikasi dengan PT KAI untuk membahas perluasan parkir,” imbuh dia.

Di kesempatan yang sama, Sultan juga meminta Pemkot Jogja tegas dalam mengawasi kemunculan parkir liar di sekitar Malioboro. Menurutnya selain mengancam kesejahteraan para jukir keberadaan kantong parkir liar di luar Malioboro bisa menambah panjang masalah yang sekarang mulai terurai.

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…