Ilustrasi aktivitas pelabuhan (JIBI/Bisnis/Dok.) Ilustrasi aktivitas pelabuhan (JIBI/Bisnis/Dok.)
Rabu, 6 April 2016 22:20 WIB Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

NELAYAN PANTAI SELATAN
Nelayan Sadeng Tunggu Surat Izin Kapal 7 Gross Ton

Nelayan pantai selatan di Gunungkidul menunggu pengoperasian kapal berbobot 7 gross ton

Solopos.com, GUNUNGKIDUL—Nelayan Pantai Sadeng saat ini sedang menunggu terkabulnya surat ijin pengoprasian kapal berbobot 7 gross ton (GT) ke atas dari dinas perhubungan laut di Cilacap.

Selama ini 60an kapal 7 GT yang berada di Pantai Sadeng masih mennggunakan perizinan kapal 6 GT yang tentunya menyalahi aturan, karena surat izin tidak sesuai dengan ukuran kapal, sehingga mau tak mau harus mengurus perizinan kembali.

Ketua kelompok nelayan pantai Sadeng, Sarpan, mengungkapkan  untuk pengurusan surat izin harus dilakukan di Dinas perhubungan Laut di Cilacap, karena saat ini Jogja sendiri belum memiliki Dinas Perhubungan Laut sehingga tidak dapat mengeluarkan dokumen kapal/ surat kapal berbobot dibawah 30 GT.

“Kalau Jogja nantinya direkomendasikan pusat dapat mengeluarkan surat izin, mungkin akan lebih enak pengurusannya,” kata dia, Selasa (5/4/2016).

Dokumen tersebut terdiri dari empat buah surat yakni surat ukur, surat kelaikan, gross akta, dan pass besar. Sarpan mengaku baru mengurusnya pada 29 Maret lalu, namun pihaknya belum mendapatkan keterangan dan kepastian lanjutan kapan dokumen kapal akan selesai diurus.

“Kemarin dapat informasi, katanya dokumen sedang diurus, tapi belum pasti waktunya. Kami menunggu saja,” kata dia.

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…