Kendaraan melintas di jalan yang memisahkan Gunung Pegat di Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri, Minggu (4/4/2016). (JIBI/Solopos/Rudi Hartono) Kendaraan melintas di jalan yang memisahkan Gunung Pegat di Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri, Minggu (4/4/2016). (JIBI/Solopos/Rudi Hartono)
Rabu, 6 April 2016 20:15 WIB Rudi Hartono/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

MISTERI WONOGIRI
Kisah Mahluk Halus Gunung Pegat

Misteri Wonogiri mengenai Gunung Pegat tak hanya sampai

Cerita mistis Gunung Pegat di Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri tak hanya soal mitos pasangan suami istri (pasutri) yang baru berusia 35 hari dilarang melewati jalan itu.

Mitos yang berkembang, pasutri usia 35 hari jika melewati Gunung Pegat akan berakhir pernikahannya. Warga Kecamatan Wonogiri yang sebelumnya bertempat tinggal di Baturetno, Priyo, saat ditemui Solopos.com di kawasan kota Wonogiri, Minggu (4/4/2016), mengaku saat menikah menuruti permintaan orang tua agar dia dan istrinya tak melewati Gunung Pegat.

Warga Tirtomoyo yang tinggal di Sukoharjo, Herman, 27, mengaku saat masih menjadi pengantin baru memilih melewati jalur di Desa Jendi, Nguntoronadi untuk menghindari Gunung Pegat. Dia hanya menuruti amanat orang tua yang sebelumnya memintanya menghindari Gunung Pegat.

Kisah mistis Wonogiri kali ini berkaitan dengan keberadaan mahluk halus.

Saat melintas di Gunung Pegat pada dini hari teman Priyo kepadanya mengatakan pernah dimintai tumpangan seseorang. Orang itu minta turun di dekat kuburan tepi jalan. Setelah itu dia menghilang.

“Tapi ada cerita yang benar-benar terjadi. Di Gunung Pegat beberapa kali terjadi pembegalan, terutama saat malam hari. Ada juga orang yang bunuh diri di gunung itu,” imbuh dia.

Terlepas dari semua itu berada di tepi jalan dekat Gunung Pegat memberi kesan tersendiri. Siang itu Solopos.com bisa melihat pegunungan mengitari Wonogiri bagian barat yang di tengahnya tampak Waduk Gajah Mungkur. Gugus pemandangan itu seolah berada di mangkuk raksasa.

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…