Agung Syuhada (JIBI/dok)
Rabu, 6 April 2016 13:15 WIB Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

Lakukan Puasa dan Salat Istigasah, Ponpes Singo Ludiro Dukung Zaskia Gotik

Kasus Zaskia Gotik yang diduga menghina lambang negara menarik perhatian para santri di Ponpes Singo Ludiro.

Solopos.com, SUKOHARJO – Ratusan santri dan guru Pondok Pesantren (Ponpes) Kholifatullah Singo Ludiro, Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, melakukan puasa dan menggelar istigasah pada Senin (4/4/2016) malam. Hal itu dilakukan untuk mendukung pendangdut Surkianih alias Zaskia Gotik yang tersandung kasus dugaan pelecehan lambang negara.

Pernyataan itu disampaikan Pimpinan Ponpes Kholifatullah Singo Ludiro, K.H. Agung Syuhada, saat ditemui wartawan di ponpes setempat, Selasa (5/4/2016) malam. Menurut dia, ratusan santri dan guru ponpes berdoa agar Zaskia Gotik terlepas dari jeratan hukum.

Terlebih, Zaskia telah meminta maaf langsung kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan rakyat Indonesia.

“Saya terusik dengan kasus dugaan pelecehan lambang negara. Zaskia Gotik “ditembak” dari berbagai penjuru gara-gara kepeleset ngomong saat tampil dalam program acara televisi. Hal itu tak disengaja karena hanya guyon. Seniman, penyanyi bahkan kiai juga bisa seperti itu [kepeleset ngomong],” kata dia, Selasa malam.

Agung mengaku prihatin atas kasus dugaan pelecehan lambang negara yang menimpa Zaskia Gotik. Dia yakin pelantun lagu Bang Jono ini tak bermaksud menghina atau melecehkan Pancasila sebagai lambang negara.
Dia membandingkan dengan para koruptor yang bisa melenggang bebas dari jeratan hukum. Padahal jelas-jelas melanggar hukum dan kaidah agama Islam.

“Misalnya, kasus korupsi yang dilakukan Eddy Tansil yang hingga sekarang belum tertangkap. Kasus-kasus korupsi lainnya masih banyak. Itu jelas melanggar Pancasila, norma hukum dan kaidah agama. Semestinya Zaskia bisa lepas dari jeratan hukum,” ujar Agung.

Agung juga mencontohkan kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap seorang aktivis dan buruh pabrik, Marsinah, yang diculik dan dibunuh pada 1993 silam. Para pelaku harus dihukum seberat-beratnya lantaran telah melanggar Pancasila dan kaidah agama Islam.

Karena itu, Agung mengajak para tokoh agama untuk membela Zaskia Gotik melalui doa bersama terkait kasus dugaan pelecehan lambang negara. “Saya tak ingin kasus ini dipolitisir oleh orang-orang tertentu. Seolah-olah mereka yang menyerang Zaskia dianggap nasionalis,” terang dia.

Lebih jauh, Agung menambahkan bakal mengikuti kasus dugaan pelecehan lambang negara yang melibatkan Zaskia Gotik. Dia akan memantau perkembangan kasus tersebut melalui berita di media elektronik maupun media cetak. “Saya akan ikuti kasus ini [dugaan pelecehan lambang negara]. Saya ingin membuktikan doa ratusan santri apakah akan terkabul atau tidak,” kata dia.

 

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…