Papan elektronik menunjukkan nilai tukar kurs valuta asing di Kantor Bank BRI Jakarta, Senin (7/7/2014). Nilai tukar rupiah pada akhir perdagangan, Selasa (8/7/2014) atau sehari sebelum pemungutan suara Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014, berdasarkan data Bloomberg melonjak 0,74% ke level Rp11.626 per dolar Amerika Serikat, sedangkan indeks harga saham gabungan tercatat melonjak 35,68 poin atau 0,72% ke level 5.024,71. (Dwi Prasetya/JIBI/Bisnis) Ilustrasi pergerakan kurs rupiah (Dwi Prasetya/JIBI/Bisnis)
Rabu, 6 April 2016 16:30 WIB Aprianto Cahyo Nugroho/Renat Sofie Andriani/JIBI/Bisnis Ekonomi Share :

KURS RUPIAH
Data China Tak Berpengaruh, Rupiah Ditutup Melemah 17 Poin

Kurs rupiah kembali ditutup melemah hari ini.

Solopos.com, JAKARTA — Kurs rupiah kembali bergerak melemah di pasar spot hari ini, Rabu (6/4/2016). Rupiah ditutup di level Rp13.238/dolar AS atau melemah 17 poin (0,12%).

Rupiah dibuka menguat 0,2% atau 27 poin ke level Rp13.195/dolar AS pada perdagangan Rabu (6/4/2016). Namun selanjutnya, penguatan rupiah sedikit menipis menjadi Rp0,08% atau 10 poin ke level Rp13.212/dolar AS dan pada pukul 08.04 WIB, rupiah kembali melemah 0,03% atau 4 poin ke level Rp13.226 per dolar AS. Adapun indeks dolar AS terpantau relatif stagnan atau hanya turun tipis 0,001 poin ke level 94,63.

Pagi tadi, China merilis data manufaktur dan jasa tinggalkan periode kontraksi yang bisa menjadi sentimen positif bagi kurs. Seperti diketahui ekspansi perekonomian China pada Maret 2016 mengalami rebound meskipun lajunya relatif lamban.

Berdasarkan rilis data Caixin China Composite PMI pada Rabu (6/4/2016) yang mencakup sektor manufaktur dan jasa, terdapat indikasi kenaikan pada aktivitas bisnis di China pada Maret secara keseluruhan setelah terjadi penurunan tipis pada Februari.

Hal itu dipacu oleh pertumbuhan sektor jasa yang sedikit lebih baik dan ekspansi output manufaktur yang diperbarui. Indeks PMI composite Maret tersebut tercatat berada pada angka 51,3, naik dari 49,4, dan merupakan yang tertinggi dalam 11 bulan. Indeks PMI merupakan indikasi perkembangan bisnis dengan level 50 dan lebih besar menunjukkan ekspansi.

Namun, rupiah selanjutnya cenderung melemah meskipun data China tersebut bisa mendorong kurs rupiah. Bahkan menjelang penutupan, pelemahan rupiah kian membesar.

LOWONGAN PEKERJAAN
DIBUTUHKAN TENAGA JAHIT, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…