Ilustrasi uang tunai rupiah. (Nurul Hidayat/JIBI/Bisnis) Ilustrasi uang tunai rupiah. (Nurul Hidayat/JIBI/Bisnis)
Rabu, 6 April 2016 20:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

KREDIT USAHA RAKYAT
Penerima KUR Mandiri Didominasi Sektor Perdagangan

Kredit usaha rakyat di Bank Mandiri didominasi sektor perdagangan

Solopos.com, JOGJA-Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengalami tren yang cukup baik dibandingkan 2015. Hingga Februari, bank milik negara (BUMN) ini telah menyalurkan Rp53 miliar. Dominasi penerima KUR dari sektor perdagangan.

“Kalau dilihat dari angkanya saja kita optimistis. Baru dua bulan sudah Rp53 miliar, mudah-mudahan bulan Oktober sudah tercapai,” kata Vice President Bank Mandiri Area Jogja, Atta Alva Wanggai, saat ditemui di kantornya, Selasa (5/4/2016) pagi.

Total nilai KUR yang harus disalurkan Bank Mandiri Jogja pada 2016 sebesar Rp281,8 miliar. KUR yang disalurkan selama 2015 berjumlah Rp88 miliar dengan total 2.046 debitur. Sementara tahun ini, baru memasuki bulan kedua sudah mencapai Rp53 miliar dengan 1404 debitur.

Artinya, kata dia, penyaluran KUR melalui Bank Mandiri tahun 2016 akan mengalami pertumbuhan. Angka kredit macet (Non Performaing Loan/NPL) hingga Februari 2,1%.

Dari Rp53 miliar tersebut, sebesar Rp17 miliar disalurkan untuk sektor mikro (angkra kredit di bawah Rp25 juta) sementara Rp36 miliar untuk retail (di atas Rp25 juta). Jika dilihat dari penerima KUR, pelaku usaha di sektor perdagangan mendominasi penyaluran.

“Perdagangan jadi sektor primadona meski perdagangan sebenarnya tidak mengembangkan potensi daerah. Tidak seperti Kasongan yang lebih pada industri kerajinan. Kalau perdagangan lebih ke pedagang kelontong,” tutur Atta.

Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sejak 2007. Sampai tahun ini, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR senilai Rp333,7 miliar. 51,3% pernyalurannya digunakan oleh pelaku usaha di Kota Jogja.

Untuk mencapai target penyaluran KUR, Bank Mandiri memiliki strategi untuk menarik para pebisnis yang membutuhkan kredit usaha. “Kita punya maping pasar. Setiap unit punya maping di radius 5 km. Pedagang di radius itu akan didahulukan,” kata Atta.

Strategi kedua, Bank Mandiri kembali menjalin komunikasi dengan debitur yang dulu pernah menjadi debitur Bank Mandiri. Debitur yang disebutnya sebagai “Kawan Lama” ini terhitung berjumlah 108.000 nasabah.

Strategi ketiga, bank menggali nasabah dalam sebuah perkumpulan, seperti halnya binaan Dinas Koperasi dan UMKM.

lowongan pekerjaan
PT. SEJAHTERA MOTOR GEMILANG, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…