Ilustrasi layanan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di perbankan. (JIBI/Solopos/Antara) Ilustrasi layanan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di perbankan. (JIBI/Solopos/Antara)
Rabu, 6 April 2016 03:10 WIB Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos Boyolali Share :

KINERJA BUMD
Bank Boyolali Incar Garap KUR

Kinerja BUMD Bank Boyolali mengincar bisa menggarap Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Solopos.com, BOYOLALI — PD BPR Bank Boyolali saat ini tengah mengincar hasil kerja sama salah satu bank umum milik Negara dengan Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) untuk bisa menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) dari pemerintah.

“Memang kami belum punya akses langsung untuk penyaluran KUR. Namun, sudah ada MoU antara Perbarindo dengan BNI terkait penyaluran KUR, khususnya KUR mikro dengan dana pinjaman sampai dengan Rp25 juta. BNI ini akan menggandeng BPR-BPR yang punya unit mikro. Kami berharap dengan kerja sama ini, kami bisa ikut andil untuk menyalurkan KUR,” kata Direktur Utama PD BPR Bank Boyolali, Dono Sri Hananto, saat berbincang dengan solopos.com, di sela-sela Pengundian Tabungan Simasda dan HUT ke-48 Bank Boyolali, di Pendapa Kabupaten Boyolali, Selasa (5/4/2016).

Nantinya, kerja sama antara PD BPR Bank Boyolali dengan BNI dalam penyaluran KUR adalah dengan linked programme. “Kerja sama itu sedang dalam proses final. Yang jelas, subsidi dari pemerintah nanti diberikan kepada BPR sebagai penyalur pembiayaan.”

Bank Boyolali sangat agresif untuk menggarap sektor UMKM karena potensi UMKM di Boyolali cukup besar. Saat ini, banyak UMKM yang belum tersentuh jasa perbankan dan masih memakai jasa rentenir. “Sasaran utama kami adalah UMKM di pelosok, terutama UMKM yang memiliki produk unggulan.”

Pada bagian lain, Bank Boyolali yang merupakan bank milik Pemkab Boyolali tengah menggenjot penghimpunan dana dari produk tabungan milik sendiri, yakni Simasda. Setelah setahun diluncurkan, Simasda sudah bisa menghimpun dana masyarakat hingga Rp22 miliar.

Tahun ini, dana tabungan dari Simasda diharapkan bisa tumbuh 30% karena di tahun 2014 hingga 2015, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) secara keseluruhan di Bank Boyolali bisa tumbuh 36%. “Harapannya Simasda juga bisa tumbuh di kisaran angka itu.”

Masyarakat Boyolali antusias menyimpan dananya di Simasda karena produk ini memiliki beberapa keunggulan. Antara lain, jaringan luas di 15 kecamatan dan semuanya real online time.

“Bisa bertransaksi di kantor kas manapun. Simasda juga punya layanan sms banking free. Nasabah bisa mengakses informasi seputar saldo, dana masuk, penarikan, lewat layanan SMS.”

Soal kinerja, Dono memaparkan aset Bank Boyolali per Maret mencapai nilai Rp197,2 miliar, pembiayaan yang dikucurkan mencapai Rp170,76 miliar, penghimpunan DPK baik deposito maupun tabungan mencapai Rp101,36 miliar, dan laba yang dihimpun dari Januari-Maret mencapai kisaran Rp2 miliar.

“Pendapatan asli daerah [PAD] tahun 2015 yang akan disetorkan tahun ini senilai Rp2,1 miliar.”

 

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…