Foto Ilustrasi pemadam kebakaran (JIBI/Bisnis /Nurul Hidayat) Foto Ilustrasi pemadam kebakaran (JIBI/Bisnis /Nurul Hidayat)
Rabu, 6 April 2016 07:20 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

KEBAKARAN GUNUNGKIDUL
Apa Penyebab Limasan Milik Arjo Dilalap Api?

Kebakaran Gunungkidul terjadi di Gendangsari.

Solopos.com, GUNUNGKIDUL – Sebuah rumah milik Arjo Dikromo,80, warga Dusun Batur Turu, Desa Mertelu, Gedangsari terbakar, Selasa (5/4/2016) dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian ditaksir mencapai Rp30 juta.

Pemiliki rumah Arjo Dikromo mengaku tidak tahu pasti penyebab kebakaran. Namun ia menduga hak itu terjadi berasal dari sisa kayu bakar yang lupa dimatikan saat masal kemarin malam.

“Asal api dari dapur, kemunkinan api merembet dari tungku yang digunakan untuk memasak. apalagi di sampingnya terdapat tumpukan jerami untuk pakan ternak,” tutur dia.

Akibat kejadian ini, Arjo sekeluarga harus mengungsi ke rumah saudara. Warga pun juga telah bekerja bakti untuk membersihkan puing-puing dari sisa kebakaran.

“Semua sudah tidak bisa digunakan lagi karena hangus terbakar,” katanya.

Semetentara itu, Kepala Desa Mertelu Tugiman mengakui masih banyak warga yang memasak menggunakan kayu bakar. Untuk itu, dia meminta warga untuk lebih berhati-hati karena jika tidak mematikan dengan benar bisa memicu terjadinya kebakaran.

“Saya sudah sering mengingatkan dan jangan sampai kejadian yang menimpa keluarga Arjo terulang di warga yang lain,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Logistik dan Kedaruratan BPBD Gunungkidul Sutaryono mengaku telah melakukan tinjauan ke lokasi kebakaran dan memberikan bantuan logistik. Dari pendataan yang dilakukan, kerugian ditaksir mencapai Rp30 juta.

“Untuk sementara korban dan keluarga harus mengungsi. Kami juga telah memberikan bantuan logistik berupa bahan makanan dan pakaian pantas pakai,” kata Sutaryono.

LOWONGAN PEKERJAAN
WEDHANGAN GULO KLOPO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…