Ilustrasi (Dok) Ilustrasi (Dok)
Rabu, 6 April 2016 12:25 WIB Aries Susanto/JIBI/Solopos Hukum Share :

KASUS NARKOBA
Edarkan Narkoba, Dua Pengepul Rongsok Diganjar 5 Tahun

Kasus narkoba menjerat dua pengepul rongsok yang kemudian dijatuhi hukuman lima tahun penjara.

Solopos.com, SOLO – Dua pemuda asal Kampung Rejosari, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Jebres, Arifin Hakim, 30, dan Danang Supriyanto, 34, dibui lima tahun dan denda Rp1 miliar subsider tiga bulan penjara.

Kedua pemuda yang sehari-hari sebagai pengepul rongsok itu terlibat dalam peredaran dan pemakai barang haram narkoba jenis sabu-sabu (SS).

Kedua pemuda itu dituntut jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Solo lima tahun enam bulan dan denda Rp1 miliar seperti diatur dalam Undang-Undang (UU) RI No. 35/ 2009 tentang Narkotika.  Keduanya terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pemufakatan jahat dengan cara menjual SS.

“Kami jerat terdakwa dengan Pasal 132 ayat 1 junto Pasal 114 ayat 1 UU RI No.35/2009,” ujar JPU Didik Ariyanto kepada solopos.com, Selasa (5/4/2016).

Atas tuntutan jaksa itu, majelis hakim, Selasa (5/4/2016), mengganjar kedua terdakwa lima tahun penjara dan denda Rp1 miliar. Jika tak mampu membayar denda, maka kurungan penggantinya tiga bulan penjara.

Kedua pemuda itu ditangkap aparat Satnarkoba Polresta di kediamannya Jagalan, Jebres, sekitar dua bulan lalu. Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah paket sabu-sabu, alat hisap, serta uang tunai hasil kejahatan senilai Rp100.000. Pelaku juga menjual SS kepada pembeli dalam paket kecil dengan harga Rp350.000-an.

Kasatnarkoba Polresta Solo Kompol Ary Sumarwono mengatakan polisi di semua lapisan kini sedang gencar-gencar memerangi peredaran narkoba. Menurutnya, narkoba saat ini sudah menggurita di berbagai kalangan masyarakat, mulai pelajar, pekerja kelas mapan, pejabat, jukir, bahkan sekelas tukang rosok pun ikut terlibat. “Kami totalitas memerangi narkoba sampai akar-akarnya,” tegasnya.

Sebelumnya, aparat Polsek Laweyan juga membongkar jaringan narkoba di kalangan juru parkir (jukir) di Kota Solo. Aparat menangkap salah satu jukir yang menjadi pengedar sekaligus pemakai narkoba jenis sabu-sabu (SS) di kalangan mereka.

Seorang jukir yang ditangkap polisi berinisial RS, 37, warga Laweyan Solo. Ia ditangkap saat mengonsumsi SS di dalam kamar toilet salah satu hotel di kawasan Jl. Slamet Riyadi Solo, Kamis (31/3/2016).

Polisi mengaku sudah lama mengendus adanya peredaran narkoba SS di kalangan jukir. Menurut Kapolsek Laweyan, Kompol Agus Puryadi, barang haram yang diedarkan di kalangan jukir dikemas dalam paket hemat dan paket sangat hemat di bawah 1 gram. Harganya pun sangat terjangkau sesuai dengan kemampuan keuangan para jukir. Ada yang Rp100.000 ada pula yang Rp125.000.

 

lowongan pekerjaan
Editor,Setter,Ilustrator, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) DP Mura…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Bangjo untuk Citra Kota Solo

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (19/9/2017). Esai ini karya Sugeng Riyanto, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah ust.sugeng@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Dalam rapat kerja Komisi III DPRD Kota Solo bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota…