Warga melintasi jalan berlubang yang tergenang air hujan di Jl. Pakel Banyuanyar, Banjarsari, Solo, Rabu (6/4/2016). Coretan cat semprot pada tepi jalan berlubang tersebut menjadi tanda dan peringatan bagi pengendara agar tidak nekat melintasi karena rawan mengakibatkan kecelakaan. (Ivanovich Aldino/JIBI/Solopos)
Rabu, 6 April 2016 23:25 WIB Mahardini Nur Afifah/JIBI/Solopos Solo Share :

JALAN RUSAK SOLO
Nyaris 67% Kondisi Jalan Hancur

Infrastruktur Jalan Solo, sebagian besar jalan di Kota Solo mengalami kerusakan.

Solopos.com, SOLO–Sekitar 136,17 km atau 66,68% dari total bentang jalan Kota Solo sepanjang 204,22 km dalam kondisi rusak. Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Solo tengah mengebut perbaikan sejumlah ruas jalan tersebut.

Hasil survei yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Solo, pada 2016 sebanyak 0,64% ruas jalan di Kota Solo dalam status rusak berat; 46,73% dalam kondisi rusak sedang; dan 19,31% dalam kondisi rusak ringan.

Kepala DPU Solo Endah Sitaresmi Suryandari mengemukakan proses perbaikan jalan di Kota Bengawan, sejak Januari lalu, telah menghabiskan anggaraan Rp420.000.000. “Dari paket pemeliharaan jalan senilai Rp1,4 miliar, saat ini sudah habis 30%. Perbaikan jalan terus sejak Januari lalu,” terangnya saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Rabu (6/4/2016) siang.

Sita, sapaan akrabnya, menyatakan kondisi jalan yang masuk dalam kondisi prima di Kota Solo tahun ini tinggal 33,32% atau sepanjang 68,04 km. “Tahun ini kita juga didukung dana dari Bangub [Bantuan Gubernur Jawa Tengah] senilai Rp5 miliar dan mendapatkan DAK [dana alokasi khusus] senilai Rp48,6 miliar. Nilainya tiga kali lipat dari tahun lalu,” bebernya.

Menurut Sita, suntikan dana dari Bangub rencananya digunakan untuk perbaikan total Jl. Perintis Kemerdekaan dan Jl. Brigjen Katamso. Sedangkan DAK dialokasikan untuk perbaikan ruas Jl. Pakel, Jl. Randusari-Ngemplak Sutan, Jl. Jayawijaya, Jl. Letjen Suprapto, Jl. Sumbing, dan Jl. Kahuripan Raya,

“Selain jalan kota, tahun ini kami juga akan memperbaiki sebanyak 86 lokasi jalan lingkungan. Sedangkan untuk jalan kampung yang lebarnya kurang dari 2,5 meter, perbaikan akan diberikan lewat program PKKP [Penanganan Kawasan Kumuh Perkotaan],” paparnya.

Sita mengungkapkan salah satu penyebab banyaknya jalan berlubang di Kota Bengawan disebabkan adanya genangan di sejumlah ruas jalan. “Saat ini saluran drainase banyak yang ditutup. Kondisi ini tentu menimbulkan genangan. Saat ada lubang kecil di jalan, ketika tergerus air jadi semakin besar,” ungkapnya.

Ia mengimbau masyarakat mulai ikut menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggalnya agar tidak menutup saluran drainase. “Harapannya masyarakat ikut proaktif. Tidak hanya menyalahkan pemerintah saat jalan tergenang dan akhirnya berlubang. Masyarakat paling tidak menengok salurannya tersumbat atau tidak dan diusahakan tidak menutup saluran drainase,” kata dia.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…