Pedagang kebutuhan pokok di Pasar Argosari Gunungkidul. (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan) Pedagang kebutuhan pokok di Pasar Argosari Gunungkidul. (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Rabu, 6 April 2016 14:55 WIB Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

HARGA BBM TURUN
Harga Sembako di Bantul Stabil

Harga BBM turun namun harga sembako di Bantul stabil

Solopos.com, BANTUL-Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali mengalami penurunan sejak 1 April, harga premium dan solar turun Rp500 perliternya. Kendati demikian penurunan harga BBM tersebut tidak berdampak banyak pada penurunan harga sembako.

Kepala Seksi Pengembangan Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Disperindagkop Bantul Zanita Sri Andanawati mengatakan, harga sembako tidak banyak terpengaruh oleh naik turunnya harga BBM.

“Turunnya harga sembako akan lebih sering karena pengaruh faktor cuaca, hasil panen, dan ketersediaan barang, untuk pengaruh dari penurunan BBM hanya sedikit sekali,” ujar Zanita, Selasa (5/4/2016).

Pada dasarnya penurunan harga BBM memang sangatlah baik pengaruhnya secara keseluruhan untuk roda ekonomi. Pengaruhnya jelas kepada biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan tentu menjadi berkurang dan profit menjadi naik.

“Namun saat harga sembako sudah naik, meskipun harga BBM turun bisa hampir dipastikan harga sembako tidak akan terpengaruh banyak,” tegas Zanita.

Menurut hasil monitoring dari Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul yang dilaksanakan setiap hari Senin dan Jumat, harga sembako di sejumlah pasar tradisional di Bantul memang ada yang turun namun tidak banyak, justru juga ada komoditas kebutuhan yang mengalami kenaikan.

“Harga sembako di Pasar Niten, Pleret, dan Imogiri, komoditas yang mengalami penurunan harga adalah cabe rawit hijau, cabe rawit merah, sementara untuk bawang merah, bawang putih, telur, minyak goreng, dan beras masih stabil,” katanya.

Salah satu pedagang di Pasar Niten Sutini, membenarkan adanya penurunan harga untuk kebutuhan pokok.

“Yang mengalami penurunan harga yaitu cabai rawit hijau turun dari Rp22.500 perkilogramnya menjadi Rp21.700 atau turun Rp800 perkilogramnya. Kemudian cabai rawit merah yang turun sebesar Rp600 perkilogram dari harga semula Rp28.000 menjadi Rp27.400 perkilogramnya,” paparnya.

Untuk kebutuhan pokok seperti beras masih dalam kisaran harga Rp9.000 sampai Rp10.100 perkilogram, bawang merah Rp36.000 perkilogramnya, bawang putih Rp34.000 perkilogramnya.

“Untuk kebutuhan pokok tersebut harganya masih stabil,” tambah Sutini.

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…