Ilustrasi gantung diri (JIBI/Dok) Ilustrasi gantung diri (JIBI/Dok)
Rabu, 6 April 2016 17:40 WIB Aries Susanto/JIBI/Solopos Solo Share :

BUNUH DIRI SOLO
Pedagang Bakso Bakar Tewas Gantung Diri, Motif Bunuh Diri Buram

Bunuh diri Solo, pedagang bakso bakar di Jebres nekat gantung diri di rumah kerabatnya di Purwodiningratan, Jebres.

Solopos.com, SOLO–Seorang pemuda pedagang bakso bakar, Anggoro, 30, ditemukan tewas menggantung di kusen pintu rumah kerabatnya RT 002/ RW 006 Kelurahan Purwodiningratan, Jebres, Rabu (6/4/2016). Polisi masih menyelidiki tewasnya pemuda yang sehari-hari tinggal bersama orang tuanya di Rusunawa Kerkov Purwodiningratan itu.

Berdasarkan keterangan kakaknya, Suratmo, 54, Anggoro dikenal baik dan penurut kepada orang tuanya. Meski Anggoro tak menamatkan SD, namun jejaka kelahiran RT 001/ RW 006, Kampung Gerdu, Kecamatan Giripurwo, Wonogiri, tersebut dikenal mandiri. Ia memilih bekerja ketimbang meminta-minta uang jatah kepada ibunya, Sugiyem.

“Sehari-hari adik saya jualan bakso bakar di depan SD dan TK Mesen. Ia kadang tinggal di rumah kerabatnya yang lain, tapi kerap bersama orang tuanya di Rusunawa sini [rusunawa Kerkov],” ujarnya saat ditemui Solopos.com di rusunawa, Rabu (6/4/2016).

Suratmo mengaku sangat terkejut mendengar adiknya itu telah tiada. Ia dan keluarganya sama sekali tak menyangka bahwa Anggoro mengakhiri hidupnya dengan cara yang tragis. Anggoro diketahui telah meninggal dunia, Rabu selepas Subuh sekitar pukul 05.00 WIB. Tubuh Anggoro ditemukan dalam posisi menggantung kaku di kusen pintu rumah kerabatnya di RT 002/ RW 006 Kelurahan Purwodiningratan, Jebres.

“Selama ini adik saya tak pernah bicara masalahnya. Ia itu anak penurut. Ia juga tak cerita apa-apa, misalnya soal pacar atau utang. Tapi tahu-tahu dikabari meninggal dunia gantung diri,” paparnya.

Suratmo dan keluarganya mengaku pasrah atas musibah itu. Rencananya, jenazah Anggoro langsung dimakamkan di tempat permakaman umum (TPU) di tanah kelahirannya Kampung Gerdu, Kecamatan Giripurwo, Wonogiri.
“Keluarga sudah merelakan Anggoro meninggal dunia karena bunuh diri. Namun, kami semua bingung kenapa sampai bunuh diri,” paparnya.

Hingga saat ini, polisi masih belum bisa menyimpulkan motif tewasnya Anggoro. Selain tak ada tanda-tanda penganiayaan, keterangan saksi juga belum ada yang menyebutkan ada masalah serius yang dialami Anggoro sebelumnya.

“Kami belum bisa menyimpulkan motifnya. Masih penyelidikan,” ujar Kapolsek Jebres, Kompol Edison Padjaitan.

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…