Startup Indonesia di Google (Detik) Startup Indonesia di Google (Detik)
Rabu, 6 April 2016 11:40 WIB JIBI/Solopos/Newswire Ekonomi Share :

BISNIS STARTUP
Begini Langkah Awal Sukses Startup

Bisnis startup yang berkembang memiliki beberapa syarat.

Solopos.com, JAKARTA — Startup yang ingin memperluas bisnis ke skala internasional, harus terlebih dulu mengerti pasar bisnisnya secara mendalam.

Sebagaimana dikutip dari Antara, Rabu (6/4/2016), Managing Partner Venturra Capital, Stefan Jung, mengatakan orang yang ingin terjun ke dunia startup harus memahami bisnis-nya lebih dulu.

“Anda harus memahami bisnis Anda lebih dalam. Mencari sumber daya juga penting. Selain itu, diperlukan pula kekuatan dari kepemimpinan,” kata Stefan Jung.

Ekosistem bisnis startup di Indonesia, menurut dia sudah jauh lebih baik dibanding tiga hingga lima tahun yang lalu. “Ekosistem di Indonesia berbeda dari dulu dan sekarang. Banyak kemajuan besar yang terjadi dalam lima tahun belakangan ini,” ujar Stefan.

“Sekarang banyak pemain baru dalam ekosistem yang mengisi kekosongan di bidang jasa pengiriman logistik dan pembayaran. Jadi inilah saatnya,” tambah dia.

Selain itu ada lima alasan membangun startup di pasar negara berkembang. Berikut ini penjelasan tentang lima alasan membangun startup sebagaimana dihimpun dari Okezone:

Dukungan Pemerintah

Banyak pemerintah di pasar negara berkembang sedang meletakkan dasar-dasar untuk terciptanya lingkungan bisnis yang berkembang. Dengan perkiraan 50 juta pengusaha di Indonesia dapat menjadi kesinambungan mengubah bangsa menjadi raksasa teknologi di Asia Tenggara.

Demikian juga di Malaysia, dana US$100 juta atau Rp1,3 triliun diajukan oleh pemerintah untuk menciptakan industri teknologi tinggi masa depan.

Dividen Populasi

Indonesia adalah negara dengan penduduk terbanyak keempat di dunia, dengan populasi lebih dari 256 juta orang. Pulau Jawa adalah pulau terpadat di dunia, populasinya sebagian besar berusia muda dan keadaan ini memberikan kesempatan perkembangan dengan konsumen seiring siklus hidup produk.

Populasi yang besar setara dengan lebih banyak konsumsi. Di negara berkembang, populasi besar telah memicu konsumsi yang mendorong tingkat pertumbuhan ekonomi dengan level ekonomi yang bahkan tidak dapat dicapai di Eropa atau negara maju.

Biaya yang Lebih Rendah

Biaya operasional di negara berkembang jauh lebih kompetitif. Harga untuk sewa kantor jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan kota-kota seperti San Francisco atau London. Rata-rata harga sewa kantor di CBD Jakarta adalah US$37 atau Rp489.325 per meter persegi. Bandingkan dengan harga sewa di West End London yang mencapai US$2.194 atau Rp30 juta.

Biaya tenaga kerja juga jauh lebih rendah, di Filipina rata-rata gaji seorang programmer komputer adalah US$4.927 atau Rp60 juta sedangkan di San Francisco mencapai US$69.000 atau Rp949 juta. Melihat biaya staf dan biaya sewa, maka biaya startup akan jauh lebih rendah sehingga dapat mencapai keuntungan lebih cepat.

Menjadi Pemimpin

Di pasar negara berkembang, bisnis online atau startup memiliki kesempatan menjadi yang pertama, dengan teknologi canggih, sangat mungkin untuk menjalani persaingan dengan mudah.

lowongan pekerjaan
ERA PLATINUM SOLO, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) DP Mura…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Bangjo untuk Citra Kota Solo

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (19/9/2017). Esai ini karya Sugeng Riyanto, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah ust.sugeng@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Dalam rapat kerja Komisi III DPRD Kota Solo bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota…